Bangga dengan mengenakan batik

batikCINTA BATIK, Ketua Yayasan Batik Jawa Barat Sendy Dede Yusuf (tengah) memimpin konvoi ratusan penggemar sepeda dengan mengenakan batik di Bandung kemarin.

JAKARTA(SI) – Warga di beberapa daerah menyambut dengan antusias imbauan mengenakan batik saat pengukuhan batik sebagai warisan dunia bukan benda (intangible world heritage) oleh UNESCO pada 2 Oktober kemarin.Hampir sebagian besar warga mengenakan batik karena bangga budaya asli Indonesia diakui dunia.

Di Jakarta, antusiasme warga mengenakan batik terlihat di beberapa instansi pemerintah, perkantoran, sekolah, bahkan di jalan raya.Para pegawai pemerintah dan karyawan swasta, siswa, maupun pemakai jalan terlihat memakai batik dengan beragam corak. Kampanye pemakaian batik juga semarak di beberapa daerah.

Di Bandung, kolaborasi Yayasan Batik Jawa Barat (YBJB) dan Bike to Work (B2W) Chapter Bandung menghasilkan perpaduan yang unik dan menarik. Konvoi Bike to Batik menjadi sebuah kegiatan yang menarik warga Kota Bandung menyambut penetapan UNESCO.“Jadi, jika kita ramai pakai batik, semangat filosofi dan estetikanya akan terus menggelora,” kata Ketua Umum YBJB Sendy Dede Yusuf.

Di Surabaya, sekitar 1.500 orang mengikuti karnaval yang digelar di Universitas Kristen Petra. Menariknya, dari ribuan peserta karnaval ada seorang bule yang ikut mengenakan batik.Dia adalah Angie Elashe Breneman, bule asal Amerika Serikat yang mengajar sastra Inggris di UK Petra. Di Solo,Jawa Tengah,sejumlah museum menggratiskan pengunjung yang masuk,asalkan berbusana batik.

Demikian halnya dengan pihak Stasiun KA Purwosari yang membalut KA Feeder Solo-Wonogiri dengan kain bermotif batik. Tak hanya itu, para pedagang batik di sejumlah toko juga memberlakukan diskon khusus bagi para pembeli dalam rangka hari batik. Alhasil, tingkat penjualan batik di beberapa toko di pusat perbelanjaan maupun di sentra batik seperti Kampoeng Batik Laweyan,Solo,melonjak tajam.

Semua karyawan dan staf pada instansi di DI Yogyakarta seperti perhotelan, perbankan, pusat perbelanjaan, sekolah maupun BUMD dan lainnya juga mengenakan pakaian yang pertama kali dikenalkan sejak Kerajaan Mataram itu. Untuk membantu korban gempa di Sumatera Barat (Sumbar), perajin batik di Kampoeng Batik, Sidoarjo, Jawa Timur, melelang kain batik, kemarin.

Hasil lelang kemudian disumbangkan untuk korban bencana gempa bumi. Di antara batik yang dilelang umurnya sudah puluhan tahun. Presiden Susilo Bambang Yudhhoyono (SBY) bersama Ibu Negara Ani Yudhoyono, di tengah kesibukannya melakukan peninjauan korban gempa bumi di Sumatera Barat, kemarin, tidak melupakan agenda nasional yang baru saja dicanangkannya.

Pada 2 Oktober kemarin,yang merupakan hari batik nasional, Presiden dan Ibu Negara mengenakan batik.Presiden mengenakan batik berwarna cokelat, sedangkan Ibu Negara memakai batik merah marun yang dikombinasikan dengan kerudung hitam. Saat memberikan pengarahan di halaman Kantor Wali Kota Padang Pariaman, Presiden sempat menjelaskan mengenai batik yang dikenakannya.

“Kenapa saya pakai batik? Hari ini tanggal 2 Oktober, kita canangkan sebagai hari batik. Alhamdulillah UNESCO telah menetapkan batik sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia, mari kita lestarikan,”ujar Presiden. Pada kesempatan itu,Presiden SBY mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menggunakan batik secara nasional setiap tanggal 2 Oktober.

Tadi malam Presiden SBY juga bertemu para pengusaha batik nasional di kediaman pribadi Presiden di Pendapa Puri Cikeas, Bogor. (raka zaipul/zaki zubaidi/fefy dwi/ridwan anshori/abdul rouf/rarasati syarief)

sumber : koran sindo

2 comments

  1. Sebelumnya saya ucapkan selamat hari batik. Sudah selayaknya kita memperingatinya dengan cara berpakaian batik. kita patut bersyukur, setelah melewati perjuangan yang tidak mudah, akhirnya batik diakui juga sebagai milik Indonesia oleh UNESCO.

    Mudah-mudahan momen ini bisa dijadikan sebagai titik awal untuk mempatenkan warisan budaya milik kita yang lainnya. agar tidak terjadi lagi insiden pencaplokan hak paten budaya kita oleh negeri orang lain.
    Hidup Batik Indonesia!

    Dijual Rumah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s