Selamat setelah 48 jam tertindih reruntuhan

MUKJIZAT sering hadir dalam suatu bencana. Suci Refika Wulansari, 25,dosen Sekolah Tinggi Bahasa Asing (STBA) Prayoga,Padang, Sumatera Barat,berhasil dievakuasi dengan selamat setelah 48 jam tertimbun reruntuhan bangunan kampus tempatnya bekerja.

Suci di sana bersama puluhan orang yang tertimbun puing-puing bangunan gedung berlantai tiga. Gedung itu roboh akibat gempa 7,6 Skala Richter (SR) yang mengguncang Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu (30/9) sekitar pukul 17.16 WIB. Upaya evakuasi terhadap korban telah dilakukan sejak Rabu malam,tapi sulit mengeluarkan tubuh korban karena terimpit puing-puing bangunan.

Setelah berusaha dua hari mengeluarkan korban, kemarin, sekitar pukul 17.15 WIB,tim Search and Rescue (SAR) bisa mengeluarkan Suci dari jepitan beton-beton bangunan kampus. Suci berhasil dikeluarkan setelah dua malam bertumpukan dengan beberapa mayat korban gempa. Dia langsung dilarikan ke Rumah Sakit (RS) M Djamil, Padang, demi mendapatkan pertolongan lebih lanjut.

“Evakuasi Suci membutuhkan waktu lama karena kakinya terjebak di bawah lantai beton yang roboh,”ujar suami Suci,Tommy Erwinsyah, 29, di lokasi kejadian. Sebelum Suci, tim SAR kemarin berhasil mengevakuasi dengan selamat korban lain, Sari (19), mahasiswa STBA Prayoga.“Saya Sari,” ujarnya dengan suara melemah saat berhasil dievakuasi tim SAR.Matanya tertutup dan tubuhnya sudah lemah, tapi dia masih mampu berbicara.

Sari terperangkap di dalam reruntuhan kampusnya sendiri sekitar 40 jam.Selama berjam-jam dia tidak tahu apa yang akan menimpanya. Tim SAR,yang sebagian besar anggota TNI, membuat lubang demi mengakses reruntuhan kampus untuk menyelamatkan Sari. Orang-orang di sekitar lokasi evakuasi langsung bertepuk tangan saat tim SAR berhasil mengangkat tubuh Sari dan meletakkannya ke tandu ambulans yang kemudian membawanya ke rumah sakit.

Kabar ditemukannya Sari disambut bahagia seluruh keluarga. “Dia mengaku lapar, haus, dan mereka (tim SAR) telah memberinya susu,”ujar salah seorang kerabat Sari di sekitar lokasi evakuasi kemarin. Pada hari Kamis (1/10) tim SAR juga berhasil menyelamatkan Ivan, 25, seorang pekerja rumah biliar di Kota Padang, Sumatera Barat.Ivan selamat dari maut setelah belasan jam terimpit puingpuing bangunan lantai tiga tempatnya bekerja sejak gempa mengguncang kota itu.

Berdasar informasi di lokasi kejadian, Ivan tengah berada di lantai tiga rumah biliar di Jalan Thamrin Padang, ketika gempa mengguncang. Saat itu dia terus berupaya lari ke lantai satu untuk menyelamatkan diri. Nahas, pada saat akan keluar bangunan kaki Ivan tersandung, dia pun terjatuh ke lantai. Pada saat bersamaan, bangunan tiga lantai itu roboh.Tubuh Ivan dari pinggang ke kaki ditimpa balok beton,bagian badan ke kepala terlindung di antara tulang betonbeton yang melintang.

Sejak Rabu (30/9) sore, Ivan tidak bisa bergerak karena tubuhnya terimpit.Warga yang ada di lokasi tidak bisa memberikan pertolongan karena terhalang reruntuhan bangunan. Warga hanya dapat memberikan minuman dan meminta Ivan bertahan sampai datang tim evakuasi. Rabu malam Ivan terperangkap dan bisa bergerak di tengah guyuran hujan lebat yang dingin.

Tim evakuasi dengan satu alat berat datang dan berhasil mengeluarkan Ivan dari impitan betonbeton. Nyawa Ivan selamat, tapi tubuhnya dari pangkal paha ke kaki luka-luka berat. Ivan langsung dibawa ke RSUP M Djamil Padang untuk mendapat pertolongan. (Rtr/alvin/ant/okezone)

2 comments

  1. Alhamdullah….suci merupakan isteri dari Tomy sahabat kami di bengkulu, syukur yang tiada habisnya pada allah swt isteri teman kami ini masih diberiNya keselamatan….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s