Droid sudah siap menggilas PND

motorola-droid-smartphoneFITUR Google Maps Navigation pada Motorola Droid mampu menyajikan fungsi navigasi GPS lebih baik daripada PND karena Google Maps Navigation menggunakan peta digital online,yang lebih update.

Motorola Inc bersiap merilis smartphonebaru bernama Droid.Dari namanya, dapat ditebak bahwa smartphone itu menggunakan sistem operasi Android dari Google Inc. Namun begitu,Droid berbeda daripada smartphone Android yang lebih dulu hadir karena Droid menggunakan Android versi terbaru. Motorola mengungkapkan, Droid akan menggunakan sistem operasi Android 2.0.

Pada sistem operasi baru itu,Google menanam sebuah fitur baru bernama Google Maps Navigation, yang juga merupakan layanan online terbaru dari Google. Google memang sudah lama bermain di layanan navigasi.Yakni dengan merilis layanan Google Maps pada 8 Februari 2005. Namun, Google Maps Navigation berbeda daripada Google Maps yang sudah lama ada.

Sebab, Google Maps hanya mampu menyediakan peta digital yang diakses secara online, tanpa mampu memandu pengguna berpindah tempat dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Sebaliknya, Google Maps Navigation mampu mengombinasikan peta digital online dari Google dengan sistem navigasi GPS (global positioning system).

Prosesnya, pengguna smartphone mengakses secara online peta yang disediakan Google. Selanjutnya, sistem GPS pada smartphone itu mengidentifikasi lokasi pengguna, dan kemudian melakukan kalkulasi untuk memandu pengguna menentukan rute perjalanan menuju tujuan.

Ditilik sepintas, fungsi Google Maps Navigation memang mirip dengan navigasi GPS yang biasa ditawarkan gadget-gadget pemandu perjalanan seperti PND (personal navigation device).Tetapi ketika dicermati, Google Maps Navigation ternyata jauh berbeda daripada PND. Penyebabnya, PND menggunakan peta digital yang bersifat offline. Artinya,pengguna PND hanya mampu memperbarui peta apabila produsen peta PND itu menyediakan update.

Pembaruan peta itu pun biasanya berlangsung cukup lama.Rata-rata adalah satu tahun. Di kota-kota besar yang dinamis, waktu satu tahun adalah tempo yang cukup lama.Sebab,banyak sekali perubahan bisa terjadi di kota itu dalam kurun waktu tersebut. Misalnya ada gedung baru, terjadi perubahan rute jalan, atau bahkan muncul jalan-jalan yang baru.

Apabila peta yang digunakan pengguna ternyata belum memasukkan perubahan-perubahan yang baru saja terjadi, maka peta itu pun menjadi kadaluarsa. Akibatnya, peta itu bukan mempermudah perjalanan pengguna, tetapi bahkan bisa menyesatkan. Sementara itu, Google Maps Navigation menggunakan peta yang bersifat online.

Peta ini pun dibangun dengan data dari gudang data Google, yang dikenal sebagai pemilik search engine paling cepat, lengkap,dan tangguh di dunia. Alhasil, Google Maps Navigation mampu menyajikan pembaruan secara lebih dinamis. Seketika setelah Google mengendus adanya perubahan pada suatu tempat, maka Google pun segera mengupdate data Google Maps Navigation sehingga pengguna pun dapat mengakses peta termutakhir.

Lebih dari itu, Google Maps Navigation terintegrasi dengan layanan Google Search. Manfaatnya, pengguna bisa berkomunikasi dengan peta digital Google secara lebih interaktif. Sebagai contoh, ketika pengguna mencari tempat menggunakan PND, yang petanya bersifat offline,maka pengguna hanya mendapatkan jawaban apabila memasukkan kata kunci sesuai nama-nama resmi dari jalan, tempat, atau pun lokasi yang tersimpan dip eta digital PND itu.

Ini terjadi karena peta digital di PND memang dibuat oleh sebuah perusahaan, yang memang cenderung mencatat dan merekam lokasi berdasarkan nama-nama resmi masing- masing lokasi itu.Sebaliknya, Google Maps Navigation sesungguhnya “dibangun” oleh komunitas pengguna layanan Google.

Ketika seseorang mencari nama sebuah lokasi dengan nama yang tidak resmi,misalnya dengan singkatan atau akronim, maka Google Maps Navigation mampu mencari kecocokan singkatan atau akronim itu dengan database yang ada di Google Search. Pengguna pun dapat menemukan lokasi yang dicari karena Google Search mampu menggali informasi sangat dalam ke hampir seluruh situs internet yang ada di dunia.

Kemutakhiran dan interaktivitas itulah yang membuat Google Maps Navigation lebih unggul daripada PND. Saat Google Maps Navigation ditanam pada Droid, maka hasil yang diraih adalah sebuah sistem navigasi yang spektakuler. Sebab, Droid adalah smartphone yang dilengkapi koneksi internet seluler dan nirkabel berkecepatan tinggi, tentu saja dengan GPS pula.

Lebih dari itu,Droid juga memiliki layar sentuh berukuran besar. Yakni 3.7 inci, alias lebih besar daripada layar sentuh iPhone dari Apple Inc, yang hanya berukuran 3,5 inci. Dengan layar yang besar, pengguna Droid pun bisa melihat peta digital secara lebih nyaman.

Lebih dahsyat lagi, kombinasi Google Maps Navigation dengan Droid juga memungkinkan pengguna menikmati navigasi GPS dalam kendaraan karena Droid mampu memberitahukan arah melalui perintah-perintah suara, sehingga pengguna tidak perlu melihat layar smartphoneitu saat mengemudi.

Sekali lagi, ini adalah fungsi yang sudah lama pula ditawarkan PND.Semakin menyudutkan PND, Droid mampu pula memberikan informasi tempat-tempat penting yang ada di sekitar pengguna. Misalnya restoran, tempat hiburan, SPBU, hingga ATM, dan bahkan kantor polisi serta rumah sakit.

Tidak Berkutik

PND tidak berkutik melawan smartphone GPS seperti Droid karena PND hanya mampu menyajikan fungsi navigasi. Sedangkan smartphone GPS mampu menyajikan fungsi navigasi, komunikasi, akses informasi,dan bahkan hiburan digital,serta fotografi digital. Sebagai contoh, Droid dilengkapi kamera digital 5 megapixel, lengkap dengan sistem autofocus dan lampu kilat.

Alhasil,Droid pun cukup mumpuni untuk menggantikan fungsi kamera digital saku. Pendek kata, dengan Droid pengguna bisa menikmati lebih banyak fungsi dengan satu unit gadget saja. Motorola berencana mulai memasarkan Droid di Amerika Serikat pada 6 November dengan harga USD200.Namun,pembeli Droid harus berlangganan layanan operator seluler Verizon Wireless selama dua tahun karena Verizon menyubsidi harga Droid.Verizon adalah operator seluler terbesar di Amerika Serikat.

Motorola belum mengungkap rencana peluncuran Droid di luar Amerika Serikat. Beberapa saat setelah Motorola mengumumkan Droid, harga saham produsen PND terbesar dunia Garmin Ltd tumbang 12%. Pada saat yang sama, harga saham produsen PND terbesar kedua dunia TomTom NV anjlok 19%.

Para investor berlomba melepas saham Garmin dan TomTom karena yakin investasi di perusahaanperusahaan itu tidak akan lagi menguntungkan karena konsumen tidak akan lagi membeli PND karena beralih ke smartphoneGPS seperti Droid. Sebaliknya,harga saham Motorola naik 10% setelah Droid diumumkan.

Para investor berlomba membeli saham Motorola karena yakin Motorola akan kembali menguntungkan setelah memasarkan Droid. Firma riset iSuppli Corp mengungkapkan, PND memang semakin terdesak oleh smartphoneGPS. “Dulu, smartphone tidak dianggap mengancam dominasi PND karena harga smartphone terlalu mahal, baterainya cepat habis,dan tampilan peta digitalnya kalah menarik daripada PND.

Tetapi, kini semua mulai berubah,” ujar Global Location- Based Services (LBS) Analyst iSuppli Corp Danny Kim. Kim menjelaskan, smartphone GPS mulai menggeser dominasi PND karena sebagian masalah smartphone GPS sudah terselesaikan. Antara lain,daya tahan baterai sudah meningkat, harga semakin terjangkau, dan tampilan petanya pun semakin baik. “Desain smartphone sudah sangat maju.

Alhasil, pangsa pasar smartphone dalam industri gadget navigasi pun semakin meningkat,” tandas Kim. iSuppli mencatat,industri PND mulai bertumbuh pesat pada 2004. Pada saat itu,PND segera menjadi idola karena gadget itu sangat memudahkan pengguna mencari jalur perjalanan terdekat, dan pengguna pun tidak akan lagi tersasar dalam perjalanan.

Hingga 2008, PND masih menjadi gadget navigasi utama di dunia. Namun mulai awal 2009, para produsen smartphone semakin agresif merilis smartphone GPS. Konsumen pun mendapati bahwa penggunaan smartphone GPS ternyata lebih praktis daripada PND. iSuppli memprediksi, pada 2009 penjualan PND global akan mencapai 114 juta unit.Pada saat yang sama, penjualan smartphone GPS global hanya akan mencapai 57,8 juta unit.

Tetapi,iSuppli menegaskan, pada 2014 penjualan smartphone GPS global akan menembus volume 305 juta unit dan PND hanya akan meraih volume 128 juta unit. Artinya, pada 2014 dominasi PND sudah diambilalih oleh smartphone GPS. Para produsen smartphonepun sadar bahwa GPS adalah peningkat daya saing produk-produk mereka.

Karena itu, para produsen smartphone berlomba merilis smartphoneberteknologi GPS.Berdasarkan fakta tersebut, iSuppli meyakini bahwa pada 2011 hampir 100% smartphone yang dijual di pasar sudah dilengkapi GPS.

“Fitur GPS pada smartphonesmartphone itu akan sama dengan PND kelas menengah.Tanpa dapat dihindari, konsumen pun semakin banyak beralih ke smartphone karena smartphonemenjadi lebih murah daripada PND berkat fungsi smartphone yang lebih banyak,” papar Kim. (ahmad fauzi)

sumber : koran sindo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s