Sidang sodomi Anwar jalan terus

Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim kemarin diperintahkan untuk tetap menjalani persidangan atas kasus sodomi yang dituduhkan padanya pada Januari mendatang.

Penetapan ini terjadi setelah Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur menolak banding Anwar untuk penghentian kasus tersebut.Keputusan itu menjadi tekanan berat bagi Anwar, mantan Deputi Perdana Menteri yang pernah dijebloskan ke penjara atas tuduhan sodomi dan korupsi pada satu dekade silam. Hakim Pengadilan Tinggi Zabidin Mohamad Diah juga menetapkan tanggal persidangan pada 25 Januari 2010. Diah menolak argumen Anwar bahwa dua laporan medis pada orang yang menuduhnya menunjukkan bahwa aksi sodomi itu tidak menunjukkan tempat kejadian perkara. ”Laporan medis saja tidak bisa digunakan untuk menghapus sebuah kasus.

Harusnya diperlukan semua saksi untuk memberikan bukti di persidangan,” kata Zabidin di pengadilan. Hakim juga mengungkapkan bahwa pengacara Anwar gagal untuk membuktikan tudingan konspirasi dan skenario jahat yang dilakukan Jaksa Agung Abdul Gani Patail terhadap pemimpin oposisi itu.Abdul Gani Patail sendiri bertindak sebagai jaksa penuntut pada persidangan korupsi dan sodomi Anwar sebelumnya. ”Anwar yang mengaitkan dakwaannya berkaitan dengan Abdul Gani Patail dan insiden ‘mata hitam’ pada 1998 yang disebut menyebabkan bias merupakan tudingan yang tak dapat diterima,” papar Zabidin.

Pada Agustus 2008 lalu Anwar didakwa melakukan sodomi terhadap mantan asistennya yang berusia 23 tahun bernama Mohamad Saiful Bukhari Azlan.Anwar telah bersumpah membantah dakwaan tersebut. Sebenarnya, hasil pemeriksaan medis terhadap asisten itu pun menunjukkan tak ada bukti kuat adanya penetrasi. ”Saya khawatir dan terganggu dengan putusan pengadilan itu,” papar Anwar.”Ini merupakan kasus pertama dalam zaman modern ketika sebuah pengadilan mengabaikan laporan medis yang jelas-jelas menyatakan tidak ada penetrasi dan tidak sesuatu yang dibasahi.

Kita memiliki fakta,”be-bernya. Anwar mengungkapkan, dirinya merasa bahwa pihaknya akan memutuskan untuk bertarung dalam kasus itu.”Tapi, kita akan berperang dengan keras,” paparnya. Dia juga menambahkan bahwa kasus itu merupakan konspirasi untuk mengakhiri karier politiknya. Anwar menyatakan akan menghadiri persidangan pada 25 Januari itu. Meskipun, tim pembelanya sedang memproses ke Pengadilan Federal untuk mengajukan aplikasi untuk mengakses bukti kunci yaitu rekaman video dan laporan medis. ”Hingga sekarang, dokumen yang saya perlukan untuk membela diri tidak kita miliki,” paparnya.

Sementara itu, tim pembela Anwar,Sankara Nair mengatakan, pihaknya akan mengajukan banding terhadap putusan pengadilan Tinggi itu hari ini. Mereka juga akan mengajukan aplikasi untuk pembatalan persidangan pada 25 Januari mendatang. Namun demikian, jika sidang tetap digelar, Anwar terancam hukuman penjara maksimum 20 tahun jika terbukti melakukan sodomi. Ini merupakan kedua kalinya Anwar dituduh melakukan sodomi. Mantan deputi perdana menteri Malaysia itu pernah dipenjara selama 6 tahun antara 1998 dan 2004 setelah diputuskan bersalah atas kasus korupsi dan sodomi. Anwar bersikeras bahwa dirinya telah difitnah dan dia akhirnya dibebaskan ketika Mahkamah Agung Malaysia membatalkan dakwaan sodomi.

Anwar bersikeras bahwa tuduhan sodomi yang kembali diarahkan padanya saat ini merupakan bagian dari konspirasi pemerintah untuk menjatuhkan aliansi oposisi tiga partainya. Namun, kubu oposisi masih solid. Memang Barisan Nasional (BN) yang menguasai pemerintah menganggap bahwa Anwar menjadi benalu dalam perpolitikan.Jika tidak dihentikan, Anwar bisa menjadi ”bom waktu”.Pasalnya,Anwar bersama koalisi oposisi telah menguasai satu pertiga kursi parlemen dan menguasai lima negara bagian pada Pemilu Nasional 2008 lalu.

Sebelumnya Human Rights Watch menyerukan agar Malaysia membatalkan dakwaan terhadap Anwar yang bermuatan politis.Dunia internasional pun memberikan perhatian serius terhadap kasus Anwar Ibrahim. (AFP/Rtr/The Star/andika hm) sumber : koran sindo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s