Djarum terkaya di Indonesia

Harta orang terkaya di Indonesia semakin bertambah. Total kekayaan 40 miliarder Tanah Air yang tercatat dalam majalah Forbes untuk tahun 2009 ini melonjak dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya,dari USD21 miliar menjadi USD42 miliar.

Forbes mencatat, orang terkaya di Indonesia ini sekarang adalah pemilik perusahaan rokok Djarum, R Budi dan Michael Hartono, dengan jumlah kekayaan USD7 miliar. Dua bersaudara ini juga diketahui sebagai pemilik pusat perbelanjaan Grand Indonesia dan sebagian saham Bank Central Asia (BCA). “Kami menggabungkan kekayaan mereka tahun ini untuk mencerminkan kenyataan bahwa peringkat ini karena mereka termasuk dalam pemilik kekayaan keluarga,” jelas Forbes. Posisi kedua ditempati Martua Sitorus. Pemilik perusahaan minyak sawit terintegrasi di Riau,Wilmar International, ini menempati posisi kedua dengan nilai kekayaan mencapai angka USD3 miliar.

Di posisi ketiga ada bos Gudang Garam, Susilo Wonowidjojo, dengan kekayaan mencapai USD2,6 miliar.Orang yang menempati posisi keempat adalah mantan menteri koordinator bidang kesejahteraan rakyat yang juga pemilik Grup Bakrie, Aburizal Bakrie,dengan kekayaan sebesar USD2,5 miliar. Selanjutnya berturut-turut orang yang masuk sepuluh besar terkaya di Indonesia adalah Eka Tjipta Widjaja (Sinar Mas Group) dengan kekayaan USD2,4 miliar Peter Sondakh (Grup Rajawali/ USD2,1 miliar); Putera Sampoerna (Sampoerna Strategic/ USD2 miliar); Sukanto Tanoto (Asian Agri Group/USD1,9 miliar); Anthoni Salim (Salim Group/ USD1,4 miliar); dan Soegiharto Sosrodjojo (Group Rekso/USD1,2 miliar).

Peningkatan nilai kekayaan danjumlahorangkaya diIndonesia sebagian besar dipicu membaiknya pasar komoditas seperti batu bara dan kelapa sawit.Indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang melonjak 115% dalam 12 bulan terakhir juga membawa keberuntungan untuk mereka. Menurut Forbes, hal itu terjadi karena harga saham produsen batu bara melonjak, mengikuti harga komoditas pertambangan yang belakangan terus naik. Kondisi ini mendorong indeks harga saham gabungan (IHSG) menjadi kedua terbaik setelah Shenzen SE Composite. Berdasar catatan Forbes, dari 40 orang terkaya di Indonesia, lebih dari sepertiganya mengoperasikan usaha di bidang komoditas seperti batu bara, minyak sawit,dan gas.

Martua dan Aburizal adalah orang yang mendapatkan berkah perkembangan tersebut. Munculnya nama Bakrie dalam jajaran empat besar dipicu membaiknya kinerja salah satu anak perusahaannya, PT Bumi Resources Tbk, yang bisnis utamanya di bidang batu bara. Sejumlah nama baru yang lain muncul bergabung ke kelompok 40 besar orang terkaya di Indonesia karena membaiknya pasar komoditas.Mereka adalah Low Tuck Kwong,pemilik perusahaan batu bara Bayan Resources.

Selama tahun ini, saham Bayan melonjak 474%. Nama lainnya pengusaha muda Sandiaga Uno, yang bermitra dengan pengusaha Edwin Soeryadjaja dalam menjalankan PT Adaro Tbk. Sandiaga, yang juga pemilik perusahaan investasi Saratoga Capital, berada di urutan 29 dengan kekayaan total USD400 juta.Adapun Edwin bertengger di posisi 16 dengan kekayaan USD800 juta. Orang kaya Indonesia yang baru masuk 40 besar adalah Ciliandra Fangiono, CEO perusahaan minyak sawit First Resources dan Rusdi Kirana yang memimpin maskapai penerbangan Lion Air menjadi maskapai kedua terbesar di negeri ini.

Meski jumlah orang kaya di Indonesia menunjukkan tren positif,ternyata ada juga miliarder yang kurang beruntung.Beberapa nama konglomerat harus terlempar dari 40 besar di antaranya Hadi Surya, bos PT Berlian Laju Tanker , dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Posisi mereka melorot karena jumlah kekayaan yang menurun ke bawah USD240 juta. (AFP/Forbes/ yanto kusdiantono) sumber : koran sindo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s