Jagoan Jepang semakin elegan

FACELIFTyang dilakukan Mazda kepada duo SUVnya tidak hanya berlaku dalam penampilan saja, derajat performancedan kenyamanan pun ikut dinaikkan.

Reputasi merek Mazda di Indonesia memang naik-turun.Tapi sejak lahirnya CX-7 dan CX-9, brand image Mazda melonjak drastis.Keberadaan duet Sport Utility Vehicle (SUV) itu cukup membantu perkembangan merk Mazda, terutama dari segi penjualan. Mempertahankan eksistensi itu, PT Mazda Motor Indonesia (MMI) mendatangkan versi facelift CX-7 dan CX-9 di pasar SUV.Ada beberapa perubahan di bagian wajah dan kenyamanan.Tapi yang terang, dua SUV Mazda itu masih mengusung kapasitas mesin masing- masing 2.300 cc untuk CX-7 dan 3.800 cc untuk CX-9.

Soal peran Mazda CX-7 dan CX- 9,Yoshiya Horigome, Presiden Direktur MMI berkomentar bahwa kedua kendaraan ini memang mendapat sambutan cukup hangat sejak pertama kali diluncurkan. ”Kontribusi mereka (CX-7 dan CX- 9) sangat signifikan.Tidak hanya dari penjualan, tapi juga brand awareness,”sebutnya. Horigome menambahkan, suksesnya sepak terjang kendaraan yang kerap disebut premium lifestyle SUV itu disebabkan karena pengalaman berkendara yang diberikannya. Ketika konsumen mencoba untuk kali pertama, sensasi Zoom-Zoom yang dijanjikan Mazda terasa seketika.

”Banyak tanggapan konsumen yang antusias dengan dua model ini. Dan kami merasa bangga. Inilah saatnya untuk memberikan pengalaman yang lebih dahsyat lagi dengan kenyamanan optimal dari CX- 7 dan CX-9 baru,”papar Horigome. Kelebihan New CX-7 dan New CX-9 dari versi sebelumnya terletak pada inovasi foglamp dan spoiler. Dua inovasi itu membuat penampilan New CX itu semakin elegan.Namun, kapasitas penumpangnya masih sama. New CX-7 berkapasitas lima penumpang dan New CX-9 berkapasitas tujuh penumpang.

Dengan tampilnya model baru, tentu saja harganya juga bergeser. Tapi yang unik, Mazda CX-7 justru turun harga. Dari semula dibanderol Rp597 juta,kini ”hanya”Rp520 juta untuk tipe R dan Rp580 juta untuk tipe GT. Sedangkan CX-9 baru dihargai Rp800 juta, semua adalah harga yang direkomendasikan untuk Jakarta (on the road). Perubahan harga CX-7 yang menggembirakan itu disebabkan oleh penggantian sistem penggerak roda. Jika sebelumnya CX-7 berkemampuan 4X4, kini semua tipe CX-7 diplot hanya 4X2.Ini adalah respons MMI atas permintaan varian 4X2 yang ternyata lebih disukai ketimbang 4X4.

”Saat ini, ada kecenderungan pergeseran penggunaan SUV, terutama untuk SUV premium.Konsumen tak lagi gemar mengendarai SUV-nya untuk off road dan berpetualang di alam bebas. Mereka telah memakai mobil jenis ini untuk aktivitas sehari-hari,” kata Astrid Ariani, Brand Communication Manager MMI. (donny apriliananda)

sumber : koran sindo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s