SBY Sinyalir ada upaya menjatuhkan pemerintah

Presiden yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono mendapatkan sambutan dari jajaran pimpinan partai saat tiba di tempat acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) III Partai Demokrat di Balai Sidang, Jakarta, kemarin.
Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat yang Juga Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menengarai adanya pihakpihak tertentu yang berniat menjatuhkan dirinya sebagai presiden.

Dia menilai niat tersebut merupakan perilaku politik jangka pendek untuk menggoyang pemerintah. “Akal sehat saya mengatakan bahwa perilaku politik seperti ini paling tidak dalam jangka pendek tujuannya adalah untuk menggoyang pemerintah, mendiskreditkan, dan kalau bisa menjatuhkan SBY,” ujar SBY saat menyampaikan sambutan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) III Partai Demokrat di Jakarta kemarin. SBY juga mensinyalir, untuk jangka menengah dan panjang, manuver politik yang dimaksud juga ingin menghancurkan reputasi Partai Demokrat di muka rakyat.

Dengan demikian, pada Pemilu 2014 nanti Demokrat dilupakan dan kemudian kalah total dalam pemungutan suara. Tokoh asal Pacitan itu mengaku, penilaian tersebut didapatkan setelah dirinya berzikir pada malam hari bersama keluarganya. Zikir itu dilakukan untuk mencari tahu ada apa di balik fitnah dan pembunuhan karakter yang menimpa dirinya akhir-akhir ini. “Itulah yang saya dapatkan dari renungan dan olah pikir saya, mengapa ada fitnah yang begitu kejam melampaui batasnya? Saya sungguh prihatin atas musibah dan cobaan yang kita alami,” ujarnya.

Siapa tokoh atau kelompok yang ingin menjatuhkannya,SBY tidak menyinggung secara eksplisit. Namun beberapa hari sebelumnya menantu Sarwo Edhie Wibowo ini sudah mengungkapkan akan adanya pihak-pihak tertentu yang ingin memanfaatkan Hari Antikorupsi Sedunia 9 Desember untuk menggelar gerakan sosial bermotif politik. Alumnus terbaik Akademi Militer 1973 itu juga sempat menyinggung bahwa dalam gerakan sosial tersebut akan muncul sejumlah tokoh nasional yang,meski selama lima tahun terakhir tidak memperjuangkan pemberantasan korupsi, akan memanfaatkan momen tersebut.

Pernyataan dan reaksi keras SBY tersebut mengarah pada rencana aksi sejumlah aktivis dan gerakan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Indonesia Bersih (GIB) dan didukung sejumlah tokoh ormas untuk memperingati Hari Antikorupsi Sedunia yang pada 9 Desember. Rencananya aksi akan dipusatkan di kawasan Monumen Nasional (Monas) Jakarta dengan melibatkan ratusan ribu massa dari berbagai komponen dan serentak dilakukan pada waktu yang sama di sejumlah daerah di tanah air. SBY sendiri kemarin kembali menyinggung rencana aksi 9 Desember dan mengucapkan selamat datang kepada para aktivis dan tokoh-tokoh politik yang ingin ikut meramaikan Hari Antikorupsi Sedunia.

Dia menyatakan menyambut baik kedatangan para tokoh tersebut yang ingin berjuang bersama memberantas korupsi ataupun sebaliknya. Dia juga kembali menegaskan adanya informasi dan mengetahui adanya motif lain di balik gerakan tersebut, yaitu motif politik yang tidak memiliki semangat pemberantasan antikorupsi. “Saya alhamdulillah mendapat pengetahuan yang relatif lengkap tentang apa,siapa,dan sasaran apa yang akan dituju pada 9 Desember mendatang.Yang ingin saya katakan, dalam kehidupan demokrasi unjuk rasa itu sah, dimungkinkan, harus diberi ruang,tapi dengan catatan unjuk rasa yang melibatkan massa yang besar itu haruslah tertib dan sesuai aturan serta jauh dari tindakan kekerasan,” ungkapnya.

Di depan kader Demokrat,SBY juga sempat menyampaikan pesan agar semua pihak dapat bersamasama menjaga keamanan dan ketertiban dan menghindari terjadinya benturan fisik yang bisa menimbulkan korban. “Saya ingatkan jangan sampai ada yang ingin dikorbankan atau dijadikan martir. Saya juga minta para petugas jangan terpancing. Banyak intrik, permainan model intelijen masa lalu yang sesungguhnya bukan ciri alam demokrasi saat ini,”tandasnya.

Sinyalemen SBY soal adanya pihak-pihak yang ingin menjatuhkannya mendapat respons dari sejumlah kalangan yang mendukung aksi 9 Desember. Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, misalnya, menegaskan bahwa dalam gerakan itu memang harus ada niat politik. Namun niat politiknya adalah membersihkan Indonesia dari praktikpraktik korupsi. “Khususnya menuntaskan pengusutan Skandal Bank Century. Skandal ini membawa risiko tinggi yang bersifat sistemik dan organik dalam kehidupan bangsa. Jika tidak dituntaskan akan membawa bangsa pada kehancuran,” tandasnya.

Dia kemudian mengimbau agar semua elemen yang berkomitmen antikorupsi datang bergabung di demo besar-besaran Hari Antikorupsi Sedunia. Sebaliknya, dia meminta pihak yang tidak senang dengan pemberantasan korupsi untuk tidak menghalangi demonstrasi tersebut. “Bagi yang antikorupsi, mari datang, bagi yang prokorupsi jangan menghalang,”tegas Din yang juga Penasihat GIB dalam pesannya yang dikirim dari Melbourne, Australia,kemarin.

Menurut Din,Hari Antikorupsi Sedunia merupakan momentum baik di mana rakyat bisa menunjukkan komitmen memberantas bahaya laten korupsi.Dia meminta seluruh masyarakat yang antikorupsi tidak terpengaruh oleh pernyataan yang menyudutkan. “Jangan terpengaruh oleh pernyataan yang bersifat tuduhan agar rakyat tidak datang ke Monas,” tegasnya. Lebih jauh, tokoh yang berseberangan dengan SBY pada Pilpres 2009 lalu mengajak masyarakat datang beramai-ramai dengan berbaju putih dan memakai pita merah.

Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi menyatakan SBY tidak perlu mencemaskan hal itu. Dia juga meminta mantan Kepala Staf Teritorial TNI itu tidak terlalu mengemukakan temuan intelijen. “Saya akan mendukung demo 9 Desember, sebab tokoh lintas agama menilai masalah korupsi merupakan penyakit bangsa yang harus diberantas,” katanya. Meski demikian, dia memberi konfirmasi tidak akan turun langsung ke lapangan karena harus ke Manado untuk memenuhi undangan Munas PMII. Adapun aktivis GIB Adhie Massardi menilai pernyataan presiden terlalu berlebihan.

Demonstrasi yang merupakan protes sosial dalam perayaan Hari Antikorupsi Sedunia seharusnya dimeriahkan pemerintah jika memang ingin memberantas korupsi. “Tudingan gerakan sosial bermotif politis menjatuhkan kekuasaan itu mereduksi makna kritik dan otonomi partisipatif masyarakat. Seolah cuma urusan kekuasaan. Sebagai pemerintahan yang didukung mayoritas partai, kecemasan itu aneh,”ujarnya. Sayap pemuda ormas lintas agama yang tergabung dalam Dewan Muda Lintas Agama (DMLA) menyatakan akan turut bergabung dalam aksi besar 9 Desember mendatang.

“Kita akan ikut bergabung sebagai bentuk solidaritas.Apalagi para tokoh dan pemuka agama juga akan ikut,”tegas aktivis DMLA Idy Muzayad. DMLA menilai SBY terlalu berlebihan dan curiga dalam menyikapi rencana unjuk rasa ini.Padahal dalam alam demokrasi, unjuk rasa apalagi menuntut transparansi kehidupan berbangsa dan bernegara, merupakan hal yang lumrah. Idy mengakui implikasi politik itu pasti ada, tetapi SBY tidak perlu khawatir dan merasa fobia. “Karena para tokoh dan aktivis serta simpatisan yang hadir tentu punya kearifan demi kebaikan Indonesia,”tandasnya.

Sementara itu,mantan Ketua DPR Akbar Tanjung menilai pernyataan Presiden SBY tentang adanya pihak yang ingin menjatuhkan diri dan partainya merupakan hal biasa dalam politik. “Dalam politik, kalau ada yang tidak suka dengan Golkar, PDIP, begitu juga dengan Demokrat, itu hal biasa,” ujar Akbar kepada harian Seputar Indonesia (SI) di Jakarta kemarin. Menurut Akbar, yang terpenting saat ini ialah menghormati langkah DPR melalui Panitia Khusus (Pansus) Angket untuk menjalankan fungsinya guna mengetahui sejauh mana dugaan adanya penyelewengan dalam kasus Bank Century.

Dia percaya pembentukan Pansus Angket Century bukan untuk menjatuhkan siapa pun,termasuk Presiden. “Toh Demokrat juga ada dalam Pansus,”tandas politikus senior di Partai Golkar itu. Pengamat Politik dari Universitas Paramadina Bima Arya Sugianto berpendapat, SBY mengeluarkan pernyataan itu karena mengetahui adanya pihak-pihak yang ingin menjatuhkannya. “SBY mungkin sedang memberikan sinyal kepada pihak-pihak yang ingin menjatuhkannya untuk hati hati,”ujarnya. Bima mengistilahkan pihak-pihak yang ingin menjatuhkan SBY menjadi penumpang gelap yang mengambil kesempatan dalam berbagai kasus seperti perseteruan Polri-KPK dan Bank Century.

Pembunuhan Karakter

Dalam Rapimnas III Demokrat yang diselenggarakan selama dua hari sejak Sabtu (5/12), SBY juga mengatakan bahwa di tengahtengah konsolidasi partai yang berusia sewindu ini,Demokrat mengalami musibah dan cobaan yang berat. Dia mengibaratkan musibah ini sebagai halilintar di siang hari ketika cuaca sedang terangbenderang. “Demokrat dan sejumlah kadernya, termasuk saya sendiri, mendapatkan fitnah dan pembunuhan karakter yang luar biasa.

Demokrat dan kader-kadernya difitnah menerima aliran dana dari Bank Century dengan jumlah yang sangat besar,yang Allah tahu, kita tahu, sejarah tahu, tidak 1 rupiah pun yang tidak halal menjadi bagian dari pendanaan perjuangan partai,”jelasnya. Dia menegaskan,jika ternyata ditemukan kader Partai Demokrat yang melakukan praktik seperti itu,maka yang bersangkutan akan menerima sanksi yang keras.Terkait persoalan tersebut, selaku pendiri Demokrat, SBY meminta agar seluruh kader partai yang tidak ingin nama baik dan kehormatannya dihancurkan dapat menjaga harga diri sebaikbaiknya.

Presiden yang kembali terpilih pada pemilu lalu ini kemudian menginstruksikan kepada seluruh kader partai untuk melawan fitnah dan pembunuhan karakter tersebut dengan cara yang baik dan tidak membalasnya dengan fitnah pula. Untuk membalas semua fitnah itu, kader Demokrat diharapkan dapat menjalankannya dengan politik santun dan cerdas. Setiap kegiatan politik yang dilakukan Demokrat, menurutnya, harus menggunakan jurus putih dan tidak menggunakan jurus yang hitam atau jalur politik yang hitam.“Mari kita menempuh cara yang tersedia dalam ruang hukum untuk mendapatkan keadilan yang sejati.Tentu pula kita juga menggunakan cara-cara lain yang tetap positif dan mendidik,” ujarnya.

Terkait angket Century, SBY meminta para kadernya yang menjadi anggota panitia khusus angket bisa memberikan jawaban yang tepat dan aktif. Untuk menyelesaikan kasus ini,delapan orang kader Demokrat yang duduk dalam pansus diharapkan bisa menjawab seluruh persoalan yang menjadi ketidakmengertian rakyat. Menurutnya, kasus Century harus dibuka secara menyeluruh untuk membikin terang demi tegaknya kebenaran dan keadilan.

“Semua harus dibuka, apakah ada dana yang tidak semestinya sebagaimana fitnah kejam yang dialamatkan kepada kita.PPATK, LPS, semua pihak buka. Jangan ada dusta di antara kita,” tandasnya. (rarasati syarief/dian widiyanarko/adam prawira) sumber : koran sindo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s