Video Gus Dur laris manis

Warga yang datang ke makam KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di Jombang, Jawa Timur, selain untuk berziarah juga memburu keping DVD pemakaman sang kiai “nyeleneh”. Dalam satu jam saja puluhan keping DVD ludes terjual.

DVD pemakaman Gus Dur ini merupakan hasil karya para santri Tebu Ireng, Jombang. Mereka yang mengabadikan prosesi pemakaman Gus Dur kemudian memprosesnya menjadi kepingan DVD.

DVD hasil para santri ini dijual Rp 10.000/keping. Selain untuk proses produksi, hasil penjualan juga untuk kas organisasi alias infaq.

Erwan Saputra, salah satu santri mengatakan, ia memproduksi puluhan keping DVD yang berisi pemakaman Gus Dur bersama tiga orang kawannya. DVD itu dia tawarkan kepada para peziarah. “Alhamdulillah sekarang sudah habis. Besok baru kita perbanyak lagi,” kata Erwan Senin (4/1).

Hal yang sama juga dikatakan Ridwan Bastomi, santri lainnya. Karena respon pengunjung sangat bagus, ia bertekad memproduksi dua kali lipat dibanding yang ia jual hari ini. Selain untuk uang jajan, kata Ridwan, juga untuk menambah kas organisasi.

Para santri itu tidak menduga peminat DVD prosesi pemakaman Gus Dur cukup banyak. Bahkan menurut mereka, sejumlah kawannya di Jakarta juga minta untuk dikirimi karena permintaanya cukup banyak.

Bagaimana isi lengkap DVD tersebut? Menurut Ridwan, DVD itu berdurasi 44 menit. Selain berisi tentang prosesi pemakaman Gus Dur, juga terdapat gambar Gus Dur saat ziarah ke Tebu Ireng. Tepatnya seminggu sebelum wafat. “Seluruh rekaman dalam DVD itu murni kreasi para santri,” ujar Ridwan.

Bagi yang melek internet, cuplikan video pemakaman Gus Dur bisa dilihat youtube.

Klarifikasi

Dhohir Farisi, menantu Gus Dur mengatakan, pihaknya akan segera menemui tim dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta yang melakukan penanganan medis terhadap Gus Dur mulai masuk ke RSCM hingga mantan presiden tersebut wafat Rabu (30/12) sekitar pukul 18.45.

Rencana untuk menemui tim dokter itu dilakukan suami Zannuba Chafsoh Arifah (putri Gus Dur) guna meminta klarifikasi atau minta penjelasan secara rinci, mengenai proses penanganan medis selama Gus Dur dalam perawatan di RSCM, terutama menjelang wafatnya Gus Dur.

Klarifikasi itu diperlukan agar keluarga besar Gus Dur tidak ada keraguan sedikitpun terkait sebab-sebab kematian Gus Dur, menyusul adanya SMS gelap yang dikirim ke sejumlah kerabat Gus Dur, yang intinya menyebut Gus Dur meninggal secara tidak wajar.

SMS itu, diakui Dhohir, selain diterima KH Solahudin Wahid (Gus Solah), juga diterima dirinya, meskipun nomor ponsel pengirimnya beda dengan nomor pengirim ke Gus Solah.

“Saya yakin tidak ada yang tidak wajar dalam wafatnya bapak (Gus Dur). Tapi, karena ada SMS yang demikian, saya perlu mendengar langsung penjelasan tim dokter, agar keluarga lebih yakin lagi,” kata Dhohir, di kediaman pengasuh Ponpes Tebu Ireng, Jombang, Senin (4/1).

Dhohir mengakui sebelumnya sempat curiga dengan proses wafatnya Gus Dur, karena monitor CCTV yang digunakan Sinta Nuriyah untuk memantau keberadaan Gus Dur di ruang perawatan, sempat mati pada saat Gus Dur dalam kondisi kritis.

Namun, setelah saya diberi penjelasan oleh tim dokter, saya yakin tidak ada masalah, jelas Dhohir. Diungkapkan, pada saat dokter melakukan operasi, sekitar pukul 18.00, beberapa menit kemudian monitor CCTV mendadak mati. Saat itu, jelas Dhohir, sekitar pukul 18.00 lebih sedikit, mendadak Sinta Nuriyah berteriak-teriak di ruang monitor. Dhohir pun mendekat, ternyata monitor mati. Kata Dhohir, sesaat sebelum monitor mati, dokter terlihat tergopoh-gopoh di dalam ruang perawatan.

Dhohir selanjutnya bertanya kepada tim dokter, mengapa monitor CCTV mati. Dokter menjawab, pihaknya butuh aliran listrik untuk keperluan peralatan medis yang digunakan operasi Gus Dur.

“Saya sempat mempersoalkan mengapa harus mematikan monitor. Kalau perlu aliran listrik kan bisa dari yang lainnya,” imbuh Dhohir. Tapi monitor tetap mati. Tak lama kemudian, lanjut Dhohir, sekitar pukul 18.15 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tiba di RSCM.

Pak SBY bersama saya selanjutnya masuk ke ruang perawatan bapak. Saat itu tim dokter sedang melakukan CPR (cardiopulmonary resuscitation/prosedur medis secara darurat dengan menekan dada), kata Dhohir.

Dhohir mengatakan, SBY tidak menyentuh apapun saat itu, karena sama sekali tidak mendekat ke tempat Gus Dur terbaring. Kalau SMS itu secara tersirat menyebut SBY mencabut selang, jelas itu tidak benar. “Pak SBY saat itu tidak mendekat ke tempat bapak,” katanya.

Suami Yenny Wahid yang juga anggota DPR dari Partai Gerindra ini juga berkisah, saat itu dirinya melihat layar monitor untuk memantau denyut nadi Gus Dur, pada indikator garis putih masih berbentuk zigzag, sehingga dipastikan saat SBY di dalam ruangan itu, Gus Dur belum meninggal.

Baru beberapa menit kemudian, tepatnya pukul 18.45, garis putih penunjuk pada layar monitor berubah menjadi lurus. Artinya bapak sudah wafat, tutur Dhohir.

Dhohir kembali manyatakan, tidak meragukan proses wafatnya Gus Dur. Hanya saja, guna lebih meyakinkan dirinya serta keluarga Gus Dur, Dhohir memerlukan menemui tim dokter di RSCM. “Rencananya usai peringatan tujuh hari meninggalnya Gus Dur atau Kamis (7/1) saya ke Jakarta guna menemui tim dokter,” ungkap Dhohir.

Pengasuh Ponpes Tebu Ireng, Gus Solah juga berpendapat senada. Dirinya tidak percaya dengan SMS yang diterimanya. “Itu hanya ulah orang yang ingin memancing di air keruh,” kata Gus Solah. Ketika disinggung apakah SMS itu bertujuan menjatuhkan SBY, adik kandung Gus Dur itu menyatakan bisa saja demikian. Namun, dirinya mengaku tidak berani berspekulasi dengan menuduh pihak tertentu di belakang SMS itu.

Sampai kemarin dirinya belum menerima penjelasan dari tim dokter RSCM terkait proses wafatnya Gus Dur. Gus Solah juga mengaku belum dihubungi polisi terkait SMS tersebut.

“Mestinya, pihak RSCM menggelar press conference untuk menjelaskan sebab-sebab wafatnya Gus Dur secara gamblang,” kata Gus Solah. Gus Solah juga tidak percaya jika tim dokter melakukan tindakan negatif terhadap Gus Dur.

Sebab, tim dokter itu bukan orang sembarangan. Mereka diseleksi secara ketat, karena yang dirawat mantan presiden. “Jadi tidak mungkin melakukan hal-hal negatif,” jelas Gus Solah.

Sementara itu Kapolres Jombang AKBP Tomsi Tohir dikonfirmasi terpisah mengaku belum mengetahui adanya kasus SMS gelap yang diterima keluarga Gus Dur. Dia juga belum menerima laporan dari manapun terkait itu.

Sebagaimana diberitakan, isi SMS gelap itu menyebut Gus Dur meninggal karena dibunuh dengan cara mencabut selang oksigen. sumber : wartakota

Iklan

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s