Mobil Hybrid dan ironi kebijakan pemerintah

Mobil Hybrid dikenal sebagai mobil irit dan ramah lingkungan. Jenis mobil ini menjawab tantangan tentang krisis energi di dunia.

Amerika Serikat sebagai tempat kelahiran mobil hybrid telah memproduksi secara massal dengan berbagai kemudahan pajak agar mobil hemat BBM ini mudah dijangkau konsumen. Namun, di Indonesia berkata lain, jenis mobil seperti untuk didapatkan secara murah masih mimpi belaka.

Menurut pengamat Otomotif Bebin Djuana, kisah sukses mobil hybrid tidak terlepas dari kesukaan orang Amerika yang menyukai kendaraan dengan kapasitas mobil besar. Ketika ada tawaran mobil bermesin besar yang irit bahan bakar, model mobil hybrid pun langsung diserbu.

Namun apa yang terjadi di Indonesia, mobil hybrid seperti ini belum mendapatkan apresiasi dari pemerintah. Makanya, ketika mobil ini masuk ke Indonesia pasti tidak akan terbeli karena terhambat pada bea masuk dan pajak yang tinggi.

“Kalau di Amerika memang bisa terbeli. Tapi di Indonesia mobil irit bahan bakar, gas buang yang bersih susah masuknya. Kalau masuk harganya jadi mahal,” katanya.

Harusnya pemerintah, memberikan berbagai kemudahan dan insentif pajak terhadap mobil jenis ini. “Tapi kan ceritanya berbeda, pemerintah kalau ada barang baru, gebuk dulu! Mikirnya gimana dapat pajak yang besar,” kritik Bebin Djuana yang juga Brand Manager Marketing PT. Indomobil Niaga International (IMNI) saat berbincang kepada vIVAnews, Jumat, 15 Januari 2009.

Bebin tidak yakin, juga mobil Hybrid bisa mengulang kisah sukses mobil Hybrid di Amerika Serikat. Mengingat, pola pikir pemerintah tentang kebijakan pajak yang masih pola lama yang umurnya udah 30 tahun lalu.

Dengan kondisi ini, makanya akan sulit jika Indonesia bisa mendapatkan mobil murah dan hemat bahan bakar. Kondisi ini juga diperparah dengan kebijakan pemerintah yang masih menganggap mobil mewah yang menggunakan CC besar dan menggunakan fourwheel drive.

“Mobil CC besar ataupun yang menggunakan fourwheel drive jika irit bahan bakar harusnya dapat subsidi,” kata Bebin. Sebab, negara-negara lain, sudah memberikan subsidi pada mobil yang hemat bahan bakar.

Suzuki, kata Bebin, telah juga memilik mobil berjenis hybrid. “Kita punya SX4 ataupun Swift jenis hybrid. Namun sepertinya, mobil ini tidak akan bisa masuk ke sini jika kebijakan pemerintah masih begini,” tutup Bebin.

sumber : vivanews

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s