Arca ‘Mbah Rusminah’ Ditemukan dari Mimpi

Rumah Wito, warga RT 12/RW 04 Desa Sidorejo, Kec. Saradan, Kab. Madiun dipadati warga, Jumat (12/2). Mereka ingin melihat dari dekat arca yang ditemukan Jamal Safudin (40), warga Dusun Pranti, Desa Klumutan, Kec. Saradan, Rabu (10/2) lalu di dasar sendang Jumblang Bethek, Desa Sidorejo.

Jamal mengisahkan penemuan arca itu berawal dari igauan Nyamini, isterinya dan mimpi Jamal pada Rabu (10/2) dini hari. Dini hari itu, kata Jamal, dia membangunkan isterinya yang sedang mengigau. “Saya melihat ada sepasang tangan menyembul di atas air sambil berteriak-teriak minta tolong,” ujar Nyamini.

Mendengar isterinya mengigau, Jamal segera membangunkannya. Namun setelah pasutri itu tidur, ganti Jamal yang bermimpi. “Saya bermimpi persis seperti igauan isteri saya itu. Ada sepasang tangan yang menyembul di permukaan sungai yang sedang banjir emas. Orang itu minta tolong kepada saya,” ujar Jamal.

Berawal dari mimpi itulah, Rabu siang harinya sekitar pukul 13.30 dia mendatangi Jumblang Bethek, Desa Sidorejo, tetangga desanya berjarak sekitar 2 km dari rumahnya. Karena menurut Jamal, di sekitar desa itu hanya sungai yang melintasi Jumblang Bethek itu yang sering menjadi tempat berburu emas bagi warga. Bertahun-tahun banyak orang berburu emas di sungai kecil itu.

Benar juga. Jamal merasa seolah ada yang menggerakkan ke satu titik di lokasi sungai itu. Ada beberapa anak laki-laki yang dimintai tolong untuk membongkar batu. Di bawahnya ternyata ditemukan arca terbuat dari batu. Setelah dicuci, arca sepanjang 55 cm, tinggi 35 cm, lebar 20 cm dan berat sekitar 40 kg itu dibawa pulang menggunakan sepeda motor dibantu Joko, salah seorang anak yang ikut membongkar batu.

Belum genap satu jam arca itu disimpan di rumah, sejumlah warga Desa Sidorejo mendatangi rumahnya untuk meminta arca temuannya itu. Dia berusaha bertahan untuk tak melepas patung temuannya itu kepada warga Sidorejo.

Warga yang geram menghubungi Kades Sidorejo, Suparno. Bersama seorang anggota polisi, Kades Suparno menyusul sejumlah warga yang kesulitan meminta arca itu. Akhirnya, Jamal menyerahkan arca itu. Belum jelas apakah arca itu punya nilai sejarah cukup penting. Karena, menurut warga, ada petugas dari kepurbakalaan yang sudah melakukan identifikasi, namun belum menjelaskan soal arca itu.

Namun warga berani berspekulasi, arca itu simbol Mbah Rusminah.

“Danyang (nenek moyang) warga sini itu namanya Mbah Rusminah. Orang di desa sini semua tahu. Jadi warga sini meyakini itu adalah simbol Mbah Rusminah,” kata Sadji, Ketua RT 12.

Menurut Sadji, semula patung itu ditempatkan di rumah Kades Suparno, kemudian dipindah ke rumahnya. Namun karena anaknya sedang melahirkan, dia khawatir orang-orang yang berdatangan melihat arca akan mengganggu bayi yang baru lahir, akhirnya arca itu dipindah ke rumah Wito.

Arca berbentuk kepala dan di belakangnya seperti tempat mengalirkan air itu sepertinya dikultuskan oleh warga. Di belakangnya disediakan mori terlipat, dan di dekatnya juga disediakan air yang diambilkan dari sendang (sungai) tempat ditemukannya arca itu. Banyak warga mengusapkan tangan ke wajah arca itu kemudian diusapkan ke wajahnya sambil komat-kamit minta diberikan keselamatan.sumber : vivanews

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s