Dokter Eka Dapat Rekor Muri

INILAH dokter pertama yang mendapat rekor dari Museum Rekor Indonesia (Muri). Dokter Eka Julianta Wahjoepramono namanya, yang tercatat sebagai dokter pertama dan satu-satunya di Indonesia yang berhasil membedah batang otak pasien.

Sukses ini juga yang melambungkan namanya ke kancah internasional, dan disegani dokter-dokter bedah saraf dunia.

“Saat ini juga, Dokter Eka saya nyatakan dicatatkan di rekor Muri karena prestasinya berhasil membedah batang otak,” ujar pendiri Muri Jaya Suprana, saat peluncuran buku biografi Dr Eka berjudul Tinta Emas di Kanvas Dunia di Toko Buku Gramedia, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (25/2).

Menurut Jaya Suprana, yang juga pemilik perusahaan Jamu Jago Indonesia, prestasi Dr Eka luar biasa. “Sepengetahuan saya, batang otak tidak boleh diutak-atik. Tabu. Saking tabunya, batang otak disebut urusan Tuhan. Kalau Dokter Eka menjadi bisa mengutak-atik batang otak, berarti Anda ini sudah bagian dari Tuhan,” kata Jaya, yang dikenal suka melawak.

Penulis buku Tinta Emas di Kanvas Dunia , Pitan Daslani, mengatakan, sudah mengecek se-Asia, sejauh ini baru Dr Eka yang pertama dan berhasil membedah batang otak.

Prestasi membedah otak berawal pada 20 Februari 2001, ketika Ardiansyah, warga Merak, Banten, datang dalam kondisi kritis. Buruh nelayan berusia sektiar 20 tahun saat itu datang dalam kondisi saraf-saraf lumpuh, kaki dan tangan lumpuh, mata pun melotot, napas tersengal-sengal. Setelah didiagnosa, Ardiansyah ini terkena tumor kavernoma yang telah pecah di pons atau batang otak.

“Saat itu, dokter di dunia termasuk dokter bedah saraf pun belum berani mengutak-atik batang otak, karena kalau salah sedikit pasti mati atau lumpuh. Tapi karena pilihannya mati atau hidup, saya beranikan diri membedah batang otak Pak Ardiansyah ini,” ujar Dr Eka sambil menunjuk Ardiansyah yang berdiri di sampingnya.

Ardiansyah seorang yatim piatu. Saat itu dia datang diantar seorang kakaknya. Dalam peluncuran buku kemarin, dia memberi kesaksian. “Saya sudah pasrah karena sakitnya. Alhamdulillah, dr Eka ini dapat merawat. Saya ucapkan terima kasih,” ujar Ardiansyah.

Selain Ardiansyah, ada lagi pasien miskin lainnya, yakni Jumiati. Mahmud, suaminya, kepala sekolah swasta di Cengkareng, Jakarta Barat, yang untuk memenuhi kebutuhan keuangan keluarga, bekerja sambilan sebagai pemulung sampah. Operasi Ardiansyah dan Jumiati dilayani dr Eka secara cuma-cuma di RS Siloam.

Bedah buku dipandu presenter Kick Andi, Andi F Noya dengan pembicara Dr Eka, pendiri Museum Rekor Indonesia (Muri) Jaya Suprana, dan penulis buku Pitan Daslani. Sejumlah pasien yang berhasil diselamatkan hadir dan memberi kesaksian, keluarga mantan pasien yang gagal operasi dan meninggal pun tetap memuji karya dokter Eka.

Pasien lainnya, anggota TNI Angkatan Udara, Kolonel Budi Laksono yang mengungkapkan saluta akan keberhasilan dr Eka memulihkan kondisi kesehatannya dari serangan stroke. “Saya sudah 10 tahun menderita stroke. Dulu saya pilot TNI AU untuk pesawat Falcon-15 (F-15) dan F-16, dan Hercules. Walau tidak bisa lagi bermain-main di udara, saya bersyukur karena bisa aktif di TNI AU sebai staf,” ujar Budi.

Pujian lainnya dikemukakan Ny Lana Sarwono, janda Sarwono yang gagal dalam operasi kedua. “Semula saya mengalami pergulatan batin, mengapa dr Eka gagal menyelamatkan suami saya. Tetapi akhirnya saya dapat menerima, inilah takdir dari Tuhan dan saya mengikhlaskan suami saya pergi,” kata Lana, sebelum menerima buku biografi dr Eka.

Lana melanjutkan, di balik kegagalan operasi otak suaminya, masih ada hikmah. “Saya berharap kiranya Dokter Eka dapat menyelamatkan lebih banyak lagi, ratusan bahkan ribuan orang penderita otak.”

sumber : wartakotalive.com

Diterbitkan oleh krishnabalagita

My name is Krishna, I'm a musician from Indonesia...

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: