Pasar Komputer RI Tumbuh Terbesar di Asia

Pertumbuhan pasar komputer di Indonesia adalah yang tertinggi di Asia Pasifik. Karenanya, penetrasi teknologi informasi negeri ini berpeluang terus berkembang.

Hal tersebut disampaikan oleh Suhanda Wijaya, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) pada acara Apkomindo Summit 2010 di Hotel Shangri-la Jakarta, Senin 19 April 2010.

Menurut dia, tingkat penetrasi teknologi informasi (TI) di Indonesia saat ini sebesar empat persen, naik dari tiga persen, namun tetap lebih rendah dibandingkan dengan negara lain.

“Kecilnya tingkat penetrasi ini menjadi sebuah peluang untuk terus
berkembang,” kata dia. Sebab, dia menekankan jika diamati dalam lima tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan penjualan komputer di Indonesia di atas 20 persen per tahun.

Bahkan, penjualan komputer di Tanah Air sepanjang tahun 2010 diharapkan meningkat 35 persen menjadi 3,8 juta unit dari 2,8 juta unit di tahun sebelumnya.

Kawasan Asia Pasifik mencatat pertumbuhan pasar paling besar di dunia. Itu meliputi Indonesia, China, Jepang, Hong Kong, Taiwan, India, Australia, Filipina, Thailand, Malaysia, Vietnam, dan sekitarnya.

“Pertumbuhan pasar TI di Indonesia adalah yang paling tinggi di Asia Pasifik, bahkan lebih tinggi ketimbang pertumbuhan penjualan komputer dunia.

Sekadar diketahui, menurut Gartner, pertumbuhan global mencapai 27,5 persen, sementara lembaga riset IDC sebesar 15 persen.

Besarnya potensi pasar Indonesia ini “memincut” perhatian sejumlah besar perusahaan multinasional, yang membuat persaingan bisnis antara pengusaha lokal dengan asing sangat kompetitif.

Karenanya, pengusaha nasional mendesak pemerintah memberikan insentif lebih agar bisa bersaing. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan pemerintah untuk membantu pengusaha lokal. Misalnya, salah satunya, membuat regulasi yang mewajibkan transaksi di bidang TI menggunakan mata uang rupiah, tidak menggunakan mata uang asing lagi.

Pasalnya, tingkat risiko kerugian dalam transaksi menggunakan mata uang asing
lebih besar berada di pengusaha lokal. Apalagi 90 persen produk TI yang dijual di Indonesia mayoritas adalah impor. Tingkat kandungan dalam negeri
rata-rata produk hanya sekitar 20 persen.
• VIVAnews

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s