Perempuan Indonesia di AS Dipastikan Dibunuh

Seorang perempuan asal Indonesia di negara bagian Kentucky, Amerika Serikat (AS), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Namun, identitas korban belum dipastikan, apakah masih menjadi warga negara Indonesia (WNI) atau sudah berpindah menjadi warga Amerika.

Demikian ungkap juru bicara Kementrian Luar Negeri Indonesia, Teuku Feizasyah. Perempuan itu bernama Umi Southworth, berusia 44 tahun. Menurut media setempat, Warga di kota Lexington itu meninggal pada Kamis, 11 Januari 2010, setelah sebelumnya ditemukan dalam keadaan luka parah di semak-semak dan sangat sulit bernafas.

Ia sempat dilarikan ke Rumah Sakit University of Kentucky dan berada selama satu malam di ruang ICU sebelum akhirnya meninggal. Faizasyah mengungkapkan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington DC telah menghubungi Kepolisian Kentucky perihal kasus itu. “Mereka memastikan bahwa Umi Southworth meninggal akibat pembunuhan,” ungkap Faizasyah dalam jawaban tertulis kepada VIVAnews, Sabtu 12 Juni 2010.

Berdasarkan laporan polisi, laman Lexington Herald Leader mengungkapkan korban menderita luka parah di bagian kepala dan wajah. Dia kemungkinan besar diserang oleh sebilah kayu besar. Polisi kini masih menyelidiki siapa yang bertanggungjawab atas pembunuhan itu.

Menurut Faizasyah, KBRI Washington kini berkoordinasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Chicago, yang dekat dengan Lexington, untuk mencari kejelasan atas status almarhumah. Ini penting untuk pengurusan administrasi dan bantuan kekonsuleran – termasuk bila ada rencana mengantar jenazah ke tanah air.

Masalahnya, ungkap Faizasyah, kantor perwakilan Indonesia di AS itu belum bisa memastikan apakah Umi sudah menjadi warga AS atau masih WNI. “Karena, nampaknya, almarhumah tidak pernah melaporkan diri dan tidak pernah terlibat dalam kegiatan [komunitas] Indonesia,” kata Faizasyah.

“Maka nama almarhumah pun tidak ada di basis data KJRI maupun di KBRI. Polisi minta agar KBRI DC dapat menghubungi mereka pada Sabtu pagi waktu Kentucky [malam WIB],” lanjut Faizasyah. Sumber VIVAnews di Washington DC pun membenarkan bahwa Umi tidak terdaftar di basis data KBRI.

Jika korban adalah WNI, maka perwakilan RI di AS berkewajiban untuk membantu. Namun, kalau Umi sudah menjadi warga negara asing, kewajiban itu sepertinya bisa luntur dengan sendirinya.

Menurut laman Lexington Herald Leader, beberapa tetangga menilai kalau mereka tak terlalu mengenal keluarga Southworth yang dinilai tertutup. Don, suami Umi, adalah seorang pengemudi truk.

Satu-satunya orang yang memiliki hubungan darah dengan Umi di AS adalah anaknya, Almira Fawn Southworth. Almira (12) adalah penyanyi dan penulis lagu yang cukup dikenal di Lexington. Videonya saat menyanyi mudah ditemukan di laman YouTube.

Don Southworth, telah dimintai keterangan. Ia kemudian dibolehkan meninggalkan kantor polisi.

Menurut pihak kepolisian, mereka mulai mencari Umi, yang berprofesi sebagai akuntan, setelah rekan kerjanya melaporkan kalau dia kunjung muncul di kantor. Hari Rabu, 9 Juni 2010, polisi mulai mencari Umi, yang tinggal di 1400 Meadowthorpe Avenue. Pada malam hari, Umi ditemukan di semak-semak di belakang rumahnya.

• VIVAnews

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s