Siapa Abdullah Sonata

Abdullah Sonata, terduga teroris paling dicari Kepolisian Republik Indonesia akhirnya ditangkap. Dia ditangkap dalam sebuah operasi penggerebekan yang dilakukan Densus 88 Anti Teror di Klaten Jawa Tengah.

Polisi menyebutkan bahwa Sonata memiliki peran yang maha penting dalam jaringan teroris di Indonesia, sesudah kematian Noordin M Top. Sebegitu besarkah perannya? Siapakah Abdullah Sonata ini  dan bagaimana riwayat kedekatannya dengan sejumlah tokoh yang
diduga teroris.

Abdullah Sonata lahir di Bambu Apus, Jakarta Timur, 4 Oktober 1978 . Nama aslinya Abu Ikrimah Al Bassam Al Mathlub. Namanya mulai  dikenal setelah menjadi Laskar Mujahidin Kompak (Komite Penanggulangan Krisis) saat konflik Ambon, 1999.

Aksinya dalam konflik Ambon itu, kata polisi, terbilang berani. Pada 2000, dia diduga menyabot gudang senjata Brimob Polri di wilayah Tantui, Ambon. Pada April 2004, Sonata membangun kamp pelatihan Olas, Seram Barat, untuk konflik di Ambon.

Setelah peledakan bom di Bali,  bersama Maulana, Sonata membuka kamp pelatihan di Mindanao, Filipina. Polisi mengklaim bahwa orang ini juga membantu memasok dana dari Timur Tengah.

Dia tertangkap 6 Juli 2005 dengan tuduhan menyembunyikan Noordin M Top.

Pada Mei 2006, Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan memvonis Abdullah Sonata selama tujuh tahun penjara. Dia  terbukti menyembunyikan Noordin M Top.

Hakim juga menilai  bahwa Sonata  terbukti memasukkan senjata api dengan maksud melakukan tindak pidana terorisme di Indonesia. Setelah dipenjara beberapa lama dia kemudian bebas. Setelah namanya tidak terdengar lagi.

Nama Abdullah Sonata kembali ke muncul setelah polisi menggerebek kamp pelatihan di Aceh Besar. Dari sejumlah dokumen yang disita polisi diketahui bahwa dalam struktur kepemimpinan militer di Jalin Jantho, Aceh Besar, Abdullah Sonata sejajar dengan Dulmatin.

Sembari menguak jejaknya, polisi juga sempat memblokir blog yang mengatasnamakan Abdullah Sonata. Blog Abdullah beralamat di http://7ihadmedia.wordpress.com.

Dalam blog itu, dia menulis beberapa artikel seputar jihad. Artikel terakhir yang diunggah bertajuk ‘Nasihat Terbaru Dari DPO Abdullah Sonata Kepada Ikhwan Mujahidin’ pada 3 Mei 2010.

Polisi menuduh bahwa Abdullah Sonata sedang merancang penyerangan teroris yang mirip serangan di Mumbai, India — salah satu targetnya adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Menurut pengamat Terorisme Asia Tenggara, Ken Conboy, penangkapan Abdullah Sonata hidup-hidup sangat signifikan.

“Dia akan bisa menguak rangkaian jaringan teroris Aceh. Dari soal pendanaan, target yang ingin disasar, dan siapa orang-orang yang akan digunakan,” kata dia seperti dimuat laman The Age.

• VIVAnews

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s