Yusril dan Hartono Diperiksa 1 Juli

Mantan Menteri Kehakiman Yusril Ihza Mahendra dan pengusaha Hartono Tanoesudibjo akhirnya ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan korupsi sistem administrasi badan hukum. Keduanya pun akan segera diperiksa untuk pertama kalinya sebagai tersangka.
“Dijadwalkan 1 Juli untuk keduanya,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Didiek Darmanto di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat 25 Juni 2010. Yusril dan Hartono sudah ditetapkan menjadi tersangka sejak 24 Juni.

Imigrasi pun kini sudah mencegah Yusril dan Hartono bepergian ke luar negeri. Pencegahan itu mulai berlaku sejak hari ini.

Kasus ini bermula dari pengadaan sistim adminsitrasi badan hukum yang dibentuk oleh direktorat jenderal administrasi hukum umum semasa masa kepemimpinan Romli. Dalam membentuk sistem online tersebut, pihak Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum melalui koperasi pegawai bekerja sama dengan PT Sarana Rekatama Dinamika (SRD).

Dalam kerjasama tersebut, PT SRD mendapat keuntungan 90 persen dan koperasi 10 persen. Selanjutnya keuntungan yang diperoleh koperasi dibagi 60 persen untuk dirjen AHU dan sisanya masuk ke koperasi. Menurut jaksa, seharusnya uang tersebut masuk ke dalam kas negara sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Atas kasus tersebut kejaksaan telah menetapkan lima tersangka. Satu telah berkekuatan hukum tetap yakni Yohanes Woworuntu yang divonis 9 tahun penjara oleh Mahkamah Agung.

Sementara Romli Atmasasmita dan Syamsudin Manan Sinaga masih menunggu putusan Mahakamah Agung, Zulkarnain Yunus masih menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dan Ali Amran Djanah belum menjalani persidangan. (np)

• VIVAnews

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s