FPI: Bukan Kami yang Bubarkan Acara PDIP

Munarman, Kepala Bidang Nahi Mungkar Front Pembela Islam (FPI), menyatakan pengaduan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Ribka Tjiptaning ke polisi tak jelas. Karena itu FPI memilih menunggu dulu perkembangan pengaduan yang dimasukkan Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat itu Senin kemarin.

“Biarkan saja, nggak masalah,” kata Munarman kepada VIVAnews.com, Selasa 29 Juni 2010. “Nggak usah dibesar-besarkan.”

Munarman yang mantan Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia itu menyatakan telah mengecek laporan Ribka itu ke polisi. “Yang dilaporkan juga tidak jelas,” katanya. “Kalau melapor ke polisi itu harus peristiwa pidana, pelakunya siapa dan kejadiannya bagaimana,” ujar Munarman. Dan laporan itu tidak menyebut nama pelaku, ujar Munarman.

Munarman menambahkan peristiwa pembubaran acara Ribka di sebuah restoran di Banyuwangi pada Kamis 24 Juni lalu itu bukan dilakukan FPI secara organisasional. Aksi itu, kata Munarman, dilakukan oleh warga masyarakat termasuk anggota FPI. “Faktanya bukan FPI yang melakukan,” ia mencoba menjelaskan.

Hari ini Munarman mendapat informasi bahwa warga yang melakukan aksi pembubaran itu menggelar jumpa pers di Banyuwangi. “Kami yang di pusat ini tak tahu soal itu,” katanya.

Kemarin, Ribka melaporkan ada unsur pembiaran polisi terkait kekerasan terhadap penyelenggara negara saat pertemuan anggota DPR RI dengan para konstituen.

Kapolri Jenderal Bambang Hendarso menjanjikan Divisi Propam akan memeriksa. Dia menambahkan, dalam perkara ini nantinya juga akan dibedakan mana yang termasuk tindak pidana dan mana yang termasuk pelanggaran kode etik. “Terkait adanya dugaan tindak pidana yang dilakukan sekelompok orang, nanti akan dilihat nanti. Kami sudah diskusi cukup banyak. Identifikasi bentuk pelanggaran Pasal 211, 212, dan 214,” kata Bambang.

Laporan Ribka ini telah diterima oleh petugas di Badan Reserse dan Kriminal Polri dengan Nomor laporan 240/VI/2010/Barekeskrim dengan terlapor Ormas FPI, Forum Umat Beragama, dan LSM Gerak. Untuk dugaan pembiaran oleh Kapolres Banyuwangi diserahkan ke Propam Mabes Polri. (kd)

• VIVAnews

Iklan

One comment

  1. sangat menyesalkan ini, FPI dalam tindakannya kerap memakai jalan kekerasan. Sebagai organisasi yang mengatasnamakan Islam, FPI memberikan akan memberikan stigma yang buruk bagi dakwah islam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s