Aktivis ICW Divisum, Polisi Berdatangan

Aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW), Tama Satya Langkun masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Asri setelah dipukuli dan dibacok sejumlah lelaki berbadan tegap dini hari tadi. Tama adalah aktivis yang melaporkan kasus rekening mencurigakan milik sejumlah jenderal polisi ke Komisi Pemberantasan Korupsi.

Luka terparah yang dialami Tama berada di tiga bagian kepala. Akibatnya, dia harus mendapat 29 jahitan.

“Sekarang Tama sedang divisum supaya jelas. Sebab, kekerasan dibuktikan dengan visum,” kata Wakil Koordinator ICW, Adnan Topan Husodo kepada VIVAnews.com, Kamis 8 Juli 2010.

Yang terutama, tambah dia, scanning dilakukan untuk melihat luka di bagian kepalanya. “Kepala kan bagian tubuh paling sensitif, makanya harus discan, takut ada sesuatu di luar luka bacoknya,” kata Adnan.

Meski kondisinya sadar, Tama belum bisa diajak berkomunikasi. “Dia masih dalam proses pemeriksaan,” kata Adnan.

Diungkapkan Adnan, sejumlah petugas polisi sudah datang ke Rumah Sakit Asri, tempat Tama dirawat.

“Sudah banyak polisi yang ke sini, termasuk beberapa petingginya. Cuma saya belum tahu apa jabatannya,” kata Adnan.

Pembacokan Tama terjadi hanya berselang dua hari setelah kantor Majalah Tempo di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat dilempari bom molotov. Sebelumnya, Majalah Tempo menurunkan laporan utama tentang kasus rekening mencurigakan milik sejumlah perwira tinggi Polri. (kd) • VIVAnews

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s