PWI: Mengapa Infotainment Tiba-tiba ‘Divonis

DPR, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), dan Dewan Pers akhirnya menyepakati perubahan status infotainment menjadi tayangan nonfaktual yang artinya harus lolos sensor sebelum ditayangkan.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), induk organisasi infotainment menyayangkan kesepakatan berbau ‘vonis’ itu. “Kalau dikatakan ada pelanggaran, tinggal tegur saja. Semua kan ada proses dan mekanismenya. Ini tiba-tiba seperti vonis,” kata Sekretaris Dewan Kehormatan PWI, Ilham Bintang, kepada VIVAnews, Kamis 15 Juli 2010.

Ilham mempertanyakan teknis pemeriksaan yang akhirnya menyebut infotainment dituding melanggar norma agama, sosial, etika moral, bahkan kode etik jurnalistik. Beri waktu infotainment membela diri.

“Teroris saja punya pengacara. Saya khawatir, DPR, KPI dan Dewan Pers mengacaukan dua hal yang berbeda. Mereka menyamakan infotainment itu dengan reality show,” ujar pemilik dan pendiri Bintang Grup ini.

Ilham pun mempertanyakan ‘vonis’ yang menyebut sejumlah pelanggaran yang diduga dilakukan pekerja infotainment. Bila terbukti ada pelanggaran, kata dia, sebaiknya jangan langsung ditutup, dibredel, atau sejenisnya. Solusinya bisa melalui jalur hukum.

“DPR dan KPI itu bukan lembaga agama. Melanggar kode etik? Siapa yang mengukur.”

Dia menambahkan, “Kalau pers melakukan pelanggaran, masak langsung ditutup. Kita ini negara hukum.”

Seperti diketahui, perubahan status infotainment itu diputuskan dalam rapat antara Komisi I DPR (bidang informasi dan penyiaran) dengan KPI dan Dewan Pers di Gedung DPR RI, Rabu sore.

Pertimbangan dan alasan di balik perubahan status itu adalah karena program siaran infotainment, reality show, dan sejenisnya, dinilai banyak melanggar norma-norma dan P3SPS (Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran).

Implikasi dari perubahan status infotainment ini ialah, tayangan infotainment kini harus lolos sensor. “Di dalam P3SPS jelas tercantum bahwa program nonfaktual harus melalui sensor,” tegas Ketua KPI Dadang Hidayat kemarin.

• VIVAnews

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s