“SBY Komentari Ariel-Luna, Kok David Tidak?”

Ayah David Hartanto Widjaja — mahasiswa Nanyang Technological University (NTU) Singapura  meminta perhatian pemerintah atas kasus kematian putranya pada 2 Maret 2009. Meski, Pengadilan Koroner Singapura memutuskan David tewas bunuh diri.

“Kami butuh bantuan pemerintah untuk menekan Singapura, agar mengungkap kasus ini sebenar-benarnya,” kata Ayah David, Hartono Widjaja kepada VIVAnews di sebuah restoran di kawasan Taman  Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa 20 Juli 2010.

Kata dia, pemerintah memang sudah membantu keluarga David ketika mengurus kasus ini di Singapura, namun bantuan itu dirasa belum maksimal.

Ayah David juga menyayangkan sikap pemerintah yang kurang peduli soal kematian warganya yang tak wajar. “Presiden SBY bahkan belum pernah berkomentar soal kasus David, padahal ini kematian seorang warga negara yang tak wajar. Padahal waktu kasus Ariel-Luna, dia buka suara.”

“Bahkan saat kasus Manohara, yang sebenarnya urusan rumah tangga orang saja dikomentari,” tambah Hartono.

Dijelaskan dia, keluarga sudah merelakan kepergian David. “Tapi, ada banyak kejanggalan dalam kematian anak kami. Keluarga sudah rela, nyawa adalah urusan Tuhan, yang kami tuntut adalah keadilan,” tegas Hartono.

Dia menambahkan, minggu depan keluarga akan melaporkan Kepolisian Singapura ke Markas Besar Kepolisian. Tuduhannya, melakukan kebohongan publik.

Pelaporan pihak David dilatarbelakangi pernyataan Kepolisian Singapura melalui Asisten Direktur untuk Hubungan Media, DSP Paul Tay di ‘REDAKSI YTH’ di Harian Kompas pada 15 Juni 2010.

Dalam surat pembaca itu, Polisi Singapura mengatakan bahwa tidak benar polisi Singapura  menunda pengembalian Laptop David. Dan bahwa keluarga  menuntut syarat-syarat tambahan pengembalian laptop. Keluarga  tak melanjutkan proses pengembalian tersebut.

Polisi Singapura juga mengatakan, jenazah David telah diterima keluarga pada hari yang sama setelah mereka melihat jenazah di kamar mayat.

Kedua hal yang ditulis pihak Polisi Singapura dibantah keluarga David. Ditambahkan Hartono, keluarga dilarang melihat jenazah David di hari kematiannya, 2 Maret 2009, tapi pada keesokan harinya. Itu pun melalui ruang kaca.

Soal laptop, tambah dia,  Keluarga ingin barang pribadi David, yakni telepon genggam, flash disk, dan laptop dikembalikan dilakukan digital forensik oleh ahli, Ruby Alamsyah.

Tak hanya atas surat pembaca, pihak David juga akan melaporkan Kepolisian Distrik Jurong, Singapura atas data yang diberikan kepada Kepolisian Singapura — yang berujung pada klaim bahwa David tewas bunuh diri. (umi) • VIVAnews

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s