Intelijen AS Interogasi Hacker Wikileaks

Seorang staf keamanan komputer yang sempat bekerja untuk situs pembocor informasi penting, Wikileaks, sempat ditahan oleh agen Amerika Serikat untuk dimintai keterangan selama tiga jam.

Jacob Appelbaum, seorang hacker yang berdomisili Seattle, Amerika Serikat dicokok sesaat mendarat di Bandara Newark, New Jersey, ketika hendak menghadiri konferensi hacker Defcon di Las Vegas.

Awalnya, Appelbaum diberitahu bahwa dia dipilih secara acak untuk pencarian keamanan. Ia kemudian dibawa ke sebuah ruangan untuk digeledah dan tasnya diperiksa. Kwitansi-kwitansi di dalam tasnya di-fotokopi, ponsel, dan laptopnya juga diperiksa.

Appelbaum sendiri diinterogasi dan ditanyai seputar opininya tentang perang Irak dan Afganistan, serta tentang pendiri Wikileaks, Julian Assange. Namun, ia menolak diperiksa tanpa kehadiran pengacara.

Namun, saat itu, ia dilarang untuk menelepon pengacaranya. Akhirnya, Appelbaum dilepaskan dan laptopnya dikembalikan. Namun, tiga buah ponselnya tetap diambil.

Di acara Defcon, Appelbaum juga didekati oleh agen-agen FBI berpakaian kasual, yang meminta waktu untuk berbicara. Namun, Appelbaum menolak dan justru menanyakan kapan ponsel-ponselnya dikembalikan.

Salah satu dari agen FBI itu justru mengatakan,”Kami tidak terlibat dengan itu. Kami tidak tahu siapa mereka.” Setelah itu mereka pergi.

Appelbaum adalah seorang hacker dan pakar keamanan yang diketahui memiliki keterlibatan dengan situs Wikileaks. Pada acara konferensi hacker Next HOPE, di New York, Juli lalu, Appelbaum menggantikan posisi Julian Assange sebagai pembicara.

Pada kesempatan itu, Appelbaum mengimbau kepada para hadirin untuk menyokong kegiatan Wikileaks dalam bentuk donasi. Wikileaks adalah situs pembocor dokumen dari sumber anonim.

Kiprah Wikileaks mulai dikenal luas sejak munculnya video militer AS yang menembaki warga sipil termasuk wartawan foto Reuters hingga tewas, di Iran.

Di situs ini sempat dibocorkan puluhan ribu dokumen rahasia milik militer AS terkait sejumlah operasi militer AS yang menyebabkan tewasnya warga sipil Afganistan. Ini membuat pemerintah AS gerah dan berusaha untuk memburu pembocor dokumen-dokumen rahasia AS tersebut. (art)

• VIVAnews

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s