Aburizal Ingatkan Ancaman Krisis Pangan

Partai Golkar meminta pemerintah memberikan perhatian serius terhadap kenaikan sejumlah harga pangan di Tanah Air. Masalahnya, kenaikan harga sejumlah bahan pangan sudah menjadi perhatian dunia dan dikhawatirkan berdampak pada beras.

“Saya kira itu perlu mendapat perhatian sungguh-sungguh dari pemerintah, apalagi situasi pangan dunia mengalami gejolak,” kata Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie usai Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Golkar di Gedung DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Kamis, 12 Agustus 2010.

Ical, panggilan akrab Aburizal mengatakan, harga gandum di dunia kini sudah mulai merangkak naik hingga 40 persen. Bahkan di bursa komoditas dunia, harga makanan pokok tersebut sudah naik berkisar 50-60 persen.

“Di Amerika Serikat pasti akan beralih dari soybean (kedelai) ke gandum dan akhirnya pasokan soybean akan menjadi kekurangan,” kata Ical seraya menambahkan harga minyak goreng akan naik dengan berkurangnya pasokan soybean tersebut.

Lebih jauh, kenaikan harga gandum dan soybean, serta turunannya berupa tepung terigu, perlahan juga akan mendorong kenaikan harga beras yang menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia.

“Nantinya (kenaikan itu) akan membawa dampak yang luar biasa besar kepada beras dan situasi pangan ini perlu mendapat perhatian besar dari pemerintah,” katanya.

Dampak kenaikan pangan dunia terhadap harga beras, ujar Ical, kemungkinan besar terjadi pada Januari-Februari mendatang. “Untuk Lebaran ini, kami telah mempelajarinya dari Partai Golkar dan menyatakan bahwa stok saya kira cukup untuk bulan Lebaran ini. Namun perlu dicermati persiapan menghadapi Januari atau Februari,” ujar dia.

Pada bagian lain, Partai Golkar juga mencermati masalah distribusi daging yang sampai saat ini kelihatannya sulit dibenahi. Persoalan muncul dikarenakan masalah produksi dan distribusi daging tersebut.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa juga menyinggung ancaman krisis pangan yang mungkin muncul. Gelombang panas di Rusia yang dirasakan hingga ke wilayah Asia bagian timur, menjadi catatan penting bagi pemerintah Indonesia.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, tahun ini menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan menjadi tahun basah.

“Di dunia saat ini perubahan iklim luar biasa. Seperti di Pakistan banjir, kekurangan pangan, Rusia panas, dan kawasan lain yang tren produksinya tidak bagus,” kata Hatta di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Kamis 12 Agustus 2010.

Kondisi itu, menurut Hatta, diperkirakan dapat membuat tren harga pangan dunia yang akan meningkat. Bukan tidak mungkin, Hatta melanjutkan, harga komoditas lain akan ikut meningkat dalam beberapa bulan mendatang. (umi)• VIVAnews

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s