RIM: Permintaan Server Lokal BB Masih Dibahas

Seiring keluhan beberapa negara Arab dan Asia kepada Resarch In Motion (RIM), untuk memberi akses yang lebih terhadap layanan BlackBerry, pemerintah Indonesia juga meminta kepada RIM untuk menyediakan server lokal di Indonesia.

Saat ditanyai mengenai hal itu pada acara peluncuran BlackBerry Gemini 3G, Kamis 12 Agustus 2010, Managing Director RIM Southeast Asia, Gregory Wade, enggan memberi tahukan sikap RIM.

“Kami menghargai hal tersebut (permintaan pemerintah membangun server). Sampai saat ini, saya tidak bisa memberi informasi apa-apa dan memastikan kapan itu terlaksana. Karena semuanya masih didiskusikan antara pihak RIM dan pemerintah Indonesia,” kata Wade.

Sebelumnya, Menkominfo Tifatul Sembiring mengatakan telah melayangkan surat kepada RIM untuk menyediakan server lokal di Indonesia. “Isi suratnya, kurang lebih berupa imbauan kami untuk membangun server di Indonesia beserta alasan pemerintah mengapa mereka diwajibkan untuk membangun server,” ujar Tifatul.

Permintaan pemerintah itu, kata Tifatul, sesuai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), yang mewajibkan penyelenggara telekomunikasi untuk mendirikan server di Indonesia. “Bank internasional saja wajib membangun data center di sini,” Tifatul menjelaskan.

Bila surat imbauan pemerintah tidak dipenuhi, kata Tifatul, pemerintah akan mengirimkan peringatan. Selain itu, kata Tifatul, pembangunan server di Indonesia memiliki empat alasan.

Yang pertama, adalah aspek legalitas mengacu ke UU ITE tadi, kedua untuk memperoleh Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), ketiga adanya penurunan tarif karena lokalisasi layanan, dan terakhir untuk memudahkan proses penyadapan dan penyelidikan kepada para tersangka kejahatan korupsi dan terorisme.

Selain itu, regulator juga meminta RIM  membuat kantor resmi di Indonesia, bukan sekadar service center saja. Untuk masalah ini, Wade mengindikasikan bahwa RIM akan membuat kantor resminya di Indonesia.

“Kami hanya bisa memastikan adanya indikasi positif untuk membangun kantor representatif RIM di sini. Saya tidak bisa memberikan informasi lebih detail. Yang jelas, ada indikasi positif ke arah sana. Tunggu saja tanggal mainnya sampai ada kabar resmi dari RIM.”

Selain Indonesia, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, India, Bahrain, Libanon, dan Aljazair juga memiliki kepedulian yang sama tentang layanan BlackBerry dan isu keamanan negara. Namun, pada perkembangannya sikap Arab Saudi melunak dan membolehkan kembali layanan ini.

Sementara, Uni Emirat Arab telah memutuskan untuk memblokir layanan BlackBerry mulai Oktober mendatang, dan India masih akan memberikan tenggat sampai 31 Agustus nanti kepada RIM  untuk memberikan akses layanan Blackberry Messenger dan email, kepada pemerintah India.

Hingga kini kata Wade, Indonesia merupakan salah satu negara pengguna BlackBerry terbesar di dunia. “Indonesia adalah satu dari sekian pasar terbesar kami di dunia, dan terus membesar sampai hari ini,” katanya.

Diperkirakan, ada sekitar 1,2 juta pengguna BlackBerry di Indonesia. Sementara menurut situs Guardian, jumlah pengguna BlackBerry di India berkisar antara 750 ribu – 1 juta orang. UEA sendiri memiliki sekitar 500 ribu penguna BlackBerry.

Secara global, kata Wade, RIM telah mengapalkan sekitar 100 juta handset BlackBerry. Sementara pelanggan aktif Blackberry di seluruh dunia mencapai 46 juta orang. (umi)

• VIVAnews

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s