Terkuak, Misteri Penyebab Tsunami Samoa

Para ilmuwan menguak penyebab sesungguhnya dari tragedi tsunami mematikan yang terjadi Samoa, Selasa 28 September 2009.

Para ilmuwan menemukan bahwa tsunami yang menewaskan hampir 200 orang di Samoa, Samoa Amerika, dan Tonga bukan hanya disebabkan gempa bumi tunggal sebesar 8,1 skala Richter yang mengguncang kala itu.

Namun, adalah akibat dari dua gempa bumi dahsyat yang terjadi secara simultan. Ini adalah kejadian langka yang tidak diperkirakan para ilmuwan.

Dua gempa dengan kekuatan lebih dari 8 SR  terjadi nyaris bersamaan — di mana satu gempa ‘bersembunyi’ di balik yang gempa lainnya.

Inilah yang hampir pasti menyebabkan peningkatan ukuran tsunami dan kerusakan yang diakibatkannya di beberapa kepulauan Tonga. Demikian disampaikan GNS Science Selandia Baru, seperti dimuat laman Daily Mail, Kamis 19 Agustus 2010.

Para ilmuwan juga menemukan bahwa, dua gempa terjadi di garis patahan (fault)  yang terpisah — yang retak dengan cara yang berbeda.

Meski peneliti belum memastikan mana gempa yang terjadi duluan, penemuan kegiatan seismik ganda ini telah memecahkan misteri yang membuat bingung para ilmuwan sejak bencana terjadi.

Ketika dasar lautan Pasifik berguncang tahun lalu, para ilmuwan serta merta menuding gempa 8,1 SR di lempeng tektonik Pasifik sebagai penyebab.

Namun, gelombang tsunami tidak datang dalam waktu yang telah diprediksikan. Selain itu, gempa susulan juga tidak terjadi dalam klaster di sekitar gempa utama — fakta ini menyadarkan para ilmuwan, sesuatu yang rumit sedang berlangsung.

Menggunakan data GPS dan observasi gelombang tsunami bawah laut, tim ilmuwan yang dipimpin ahli geofisika, John Beavan dari GNS Science menyimpulkan tsunami dipicu oleh dua gempa dahsyat. Gempa ‘megatrust’ 8 SR dan gempa lainnya disebabkan sebuah pelat yang menukik ke bawah pelat lainnya.

Vibrasi atau getaran tanah yang pertama begitu kuat sehingga mampu menutupi energi yang dilepaskan gempa kedua.

“Gempa kedua itu tidak muncul dengan jelas dalam catatan gempa — namun setelah dilihat itu sangat kuat,”  tetapi hanya setelah Anda terlihat sangat keras, “kata Thorne Lay, ilmuwan dari University of California, seperti dimuat LiveScience.

“Memikirkan bagaimana kita sampai lolos mendeteksi gempa dengan kekuatan 8 SR, sangat luar biasa.”

Para ilmuwan telah mengatahui gempa bumi berpasangan — bukan hanya gempa susulan — yang disebut ‘earthquake doublets’.

“Tapi biasanya jarak antara keduanya cukup jauh, dalam hitungan hari, minggu, atau  bulan,” kata John Beavan.

Sementara, jarak dua gempa dahsyat di Samoa hanya dalam hitungan menit.

Penemuan ini punya arti penting. Jika kaitan antara gempa bumi ditemukan, ini akan jadi kali pertamanya pola itu terdeteksi. Ini menimbulkan implikasi dalam mempersiapkan diri menghadapi bencana gempa di masa mendatang.

Sumber: Daily Mail, LiveScience• VIVAnews

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s