Kesurupan Massal: Karena Setan Atau Stres?

Ratusan karyawan PT Daehan Global, salah satu perusahaan garmen di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, seperti diserang kesurupan massal. Siang tadi, Sabtu, 28 Agustus 2010, mereka kejang-kejang dan berteriak-teriak histeris.

Kasus semacam ini seringkali dikaitkan dengan mistik. Bagaimana sisi medis menjelaskannya?

Dokter spesialis syaraf RSUD Dr. Soetomo, Bambang Wijasa Wiradinata, mengatakan, terlepas dari unsur mistik, kesurupan terjadi ketika seseorang berada di alam bawah sadarnya. Dalam kondisi itu mereka lalu mengalami disosiasi, trance, konversi, histeria, dan split personality. Gejala itulah yang oleh orang awam dikenal sebagai ‘kesurupan.’

Kesurupan biasanya mudah menyerang mereka yang sedang dalam kondisi tertekan atau stres tinggi, dan labil secara kejiwaan.

“Mereka yang kesurupan biasanya mengalami kecemasan berlebihan dan ketegangan,” katanya dalam perbincangan dengan VIVAnews, Sabtu, 28  Agustus 2010.

Bambang menerangkan pernah menangani satu kasus serupa. Seorang pasien datang dengan reaksi konversi, seperti histeris dan mata melotot. Sebagian orang yang mengantar yakin kalau orang itu kemasukan roh halus. Padahal, dari kacamatanya, sang pasien mengalami ketegangan psikologis yang lalu mempengaruhi alam bawah sadarnya.

Dalam kondisi semacam itu, dia akan melakukan tindakan kejiwaan untuk menenangkan pasien. Tindakan dimulai dengan memasukkan kata-kata positif agar sang pasien segera kembali ke alam sadarnya. “Contoh sederhana saya bilang ke dia, kalau begini terus orang-orang bisa takut,” kata dr. Bambang.

Menurutnya, banyak faktor yang bisa memicu kesurupan. Selain peran lingkungan yang membuatnya stres, juga pengaruh makanan. Konsumsi makanan yang memiliki efek menurunkan kesadaran cenderung menaikkan risiko terjadinya kesurupan pada mereka yang sedang stres atau labil. “Misalnya minuman beralkohol, atau makanan yang memiliki efek obat tidur seperti sayur kangkung,” ujarnya.

Bagaimana menjelaskan kasus kesurupan massal?

“Itu semacam induksi atau pengaruh orang yang merasa senasib dengan dia. Kalau terjadi massal di suatu perusahaan, itu kan menimpa orang-orang yang mungkin tengah menghadapi situasi sama terkait pekerjaannya. Tingkat stresnya hampir sama,” katanya.

Ia lalu memberikan tips darurat menghadapi situasi kesurupan. Pertama, mengamankan pasien terhadap lingkungan sekitarnya agar tak terjadi trauma atau benturan yang membahayakan. Jika, pasien semakin agresif sebaiknya minta bantuan seksi keamanan. Jangan sampai terjadi kesalahan yang membahayakan.

“Lalu bawa ke klnik kejiwaan agar segera ditenangkan atau disuntik obat tidur agar tak kehabisan tenaga,” kata dr. Bambang. (kd)

• VIVAnews

One comment

  1. Kenapa kesurupan massal mayoritas selalu menimpa kaum wanita????? Apakah karena kondisi psikologis mereka atau karena sebab2 yang lain??? Mohon pencerahan. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s