Siapa Untung Besar, BUMN Tambang atau Swasta?

Selama semester I-2010, kinerja tiga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tambang yang mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) tertinggal dibanding perusahaan swasta.

Berdasarkan data laporan keuangan enam emiten di BEI, per 30 Juni 2010, laba tertinggi dicatatkan PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO). Perusahaan tambang nikel itu meraup keuntungan US$218,8 juta atau setara Rp1,96 triliun.

Selanjutnya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) meraih laba US$134,5 juta atau sekitar Rp1,2 triliun. Sementara itu, produsen tambang batu bara lainnya, PT Adaro Energi Tbk (ADRO) mampu menghimpun keuntungan Rp1,15 triliun.

Rata-rata keuntungan tiga emiten swasta yang di atas Rp1 triliun itu, melampaui laba tiga BUMN tambang.

Dari tiga BUMN tambang di BEI, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) meraup keuntungan tertinggi, yaitu Rp908,1 miliar. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menyusul dengan perolehan laba Rp756,3 miliar, sedangkan PT Timah Tbk (TINS) dengan keuntungan Rp322,3 miliar.

Namun, jika dibandingkan dengan perolehan selama periode sama 2009, laba dua emiten BUMN meningkat tajam dibanding Adaro maupun Bumi Resources.

Timah mencatat kenaikan laba tertinggi hingga 653 persen, sedangkan Antam 238 persen. Sedangkan laba Bukit Asam tergerus 42 persen. Selama periode itu, laba Adaro justru turun 49 persen, sedangkan Bumi Resources terkikis 30 persen.

Kinerja Timah yang mampu mendongkrak laba ratusan persen ditopang penurunan rugi kurs dan tarif pajak. Tahun lalu, Timah membayar pajak Rp61 miliar dari perolehan laba sebelum pajak Rp104 miliar. Jumlah itu mencerminkan 59 persen tarif pajak.

Namun, pada tahun ini, beban pajak perseroan mencapai Rp76 miliar dari laba sebelum pajak Rp398 miliar. Dari data itu, tarif pajak perseroan susut menjadi hanya 19 persen.

“Kami memperkirakan Timah dapat membukukan laba bersih yang lebih baik tahun ini atau menjadi Rp1,39 triliun dari Rp314 miliar tahun lalu,” kata analis PT BNI Securities, Asti Pohan, dalam risetnya tentang Timah yang diterima VIVAnews di Jakarta.

Kenaikan kinerja Timah itu, menurut Asti, diperkirakan tertopang perolehan penjualan yang meningkat menjadi Rp8,2 triliun pada akhir 2010 dari sebelumnya Rp7,7 triliun tahun lalu. (hs)• VIVAnews

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s