Tidak Bangun Server, RIM Langgar UU

Langkah pemerintah Indonesia yang mendesak Research In Motion – produsen smartphone populer BlackBerry – untuk membangun server dan data center di Indonesia terus berlanjut. Negosiasi masih dilakukan kedua belah pihak.

“Kita sudah bertemu dengan RIM terkait pembangunan data center dan server. Semuanya masih didiskusikan, belum ada keputusan,” kata Menkominfo Tifatul Sembiring, usai jumpa pers di kantornya, di Jakarta, 2 September 2010.

Saat ini, kata Tifatul, RIM masih memikirkan mana yang lebih efisien, apakah membangun data center di sini atau tidak.

“Dari pihak pemerintah, pembangunan server atau datacenter adalah amanah dari UU No. 11/2008 tentang ITE,” kata Tifatul. “Jadi bukan saya yang mendesak RIM untuk membangun server, tetapi undang-undang, dengan ancaman sanksi pidana,” ucapnya.

Tifatul menyebutkan, pemerintah berharap bahwa RIM bersedia membangun data center di Indonesia. “Alasannya karena kita tidak mau kehilangan PNBP,” ucapnya.

Secara teknis, Tifatul menyebutkan, terkait pengamanan data atau enkripsi, semua masih dikaji ulang oleh RIM. “Kami mengusahakan supaya data yang lalu lalang di BIS dan BES bisa didekripsi oleh pemerintah,” kata Tifatul. “Meski demikian, secara teknis hal itu masih susah,” ucapnya.

Seperti diketahui, pemerintah belum bisa mendesak RIM untuk segera membangun server atau data center di Indonesia.

“Masalahnya, yang menjadi dasar hukum belum menjadi ketetapan hukum. UU ITE masih terlalu umum. Kita menunggu hasil dari Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Penyelenggaraan UU ITE. Saat ini masuk tahap final,” kata Gatot S. Dewa Broto, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo pada VIVAnews beberapa waktu lalu.

RPP ini nantinya akan membahas secara lebih detail teknis pelaksanaan UU ITE. “Isinya lebih teknis. Misalnya, untuk kasus-kasus seperti BlackBerry ini. Kalau dasar hukum ini sudah berlaku, wajib hukumnya bagi RIM dan perusahaan-perusahaan asing yang memiliki konsumen di Indonesia untuk membangun server,” Gatot menegaskan.

Untuk diketahui, RPP itu mestinya rampung dua tahun setelah UU ITE resmi diberlakukan pada tahun 2008. Jadi, pada 21 April 2010 lalu, seharusnya sudah diketok palu. Menurut Gatot, rancangan peraturan pemerintah itu akan rampung sebelum akhir tahun.• VIVAnews

3 comments

    1. pihak RIM tidak mau membuat data center di Indonesia ini berbahaya buat kemananan dalam negeri terus mereka gak mau juga blokir konten pornografi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s