Keterlibatan Teroris Dicurigai

Tiga dari 10 pelaku perampokan mesin anjungan tunai mandiri di Padang, Sumatera Barat, ditembak mati oleh aparat gabungan, Sabtu (25/9). Perampokan itu diduga dilakukan kelompok teroris karena mempunyai modus yang sama dengan perampokan di Medan.

Kepala Bidang Penerangan Umum Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia Komisaris Besar Marwoto Soeto, Sabtu, mengatakan, kemungkinan besar pelaku merupakan kelompok teroris karena memiliki kesamaan modus dengan pelaku Bank CIMB Niaga di Medan, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu. Ciri-ciri mencolok adalah membawa senjata dan merampok anjungan tunai mandiri (ATM).

Saat ini Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar telah berkoordinasi dengan Polda Sumut untuk mencocokkan barang bukti yang ditemukan.

Hingga semalam, Kepala Polda Sumbar Brigadir Jenderal (Pol) Andayono dalam jumpa persnya menyebutkan, empat pelaku ditangkap dalam penyergapan yang dilakukan aparat gabungan. Tiga pelaku tewas ditembak, yaitu satu pelaku di Pariaman dan dua pelaku yang lain di Agam.

Marwoto mengatakan, dengan tertangkapnya sejumlah pelaku, diharapkan pengembangan penyelidikan dapat dilakukan lebih maksimal. Terhadap pelaku yang buron, yaitu dua orang dan kemungkinan terkait dengan jaringan teroris, aparat kepolisian akan menindak tegas.

Petugas gabungan yang memburu para perampok itu terdiri dari satuan Resmob Polda Sumbar dan polisi dari Kabupaten Padang Pariaman, Kota Pariaman, Kabupaten Agam, Kota Padang Panjang, dan Kota Bukittinggi. Dalam penyergapan, terjadi dua kontak senjata.

Para pelaku yang tewas dibawa dengan sejumlah ambulans ke RS Bhayangkara, Kota Padang. Demikian pula dengan para pelaku yang di antaranya tampak mengalami luka tembak di bagian paha, kemudian diangkut di bagian belakang minibus polisi.

Rampok ATM

Pada Sabtu menjelang pukul 04.00, 10 anggota komplotan perampok itu diduga melakukan perampokan tiga mesin ATM di kampus Universitas Bung Hatta, Ulakkarang, Kota Padang. Para perampok membawa kabur uang Rp 172 juta di mesin ATM milik Bank Bukopin, Rp 200 juta milik Bank Nagari, dan merusak mesin ATM milik Bank BNI.

Para pelaku menggunakan mesin las dan merusak brankas dengan cara memotong besi penutupnya untuk mengambil uang di dalam brankas, sementara mesin ATM Bank Nagari digondol secara utuh. ”Para pelaku memukul anggota satpam, mengikat dengan tali rafia warna hijau dan plakban hitam, serta menyekap mereka dalam ruang satpam kampus,” kata Amrizal, petugas satpam Universitas Bung Hatta.

Wakil Kapolresta Padang Ajun Komisaris Besar Wisnu Handoko mengatakan, selain ketiga anggota satpam, para pelaku juga menyekap dua warga yang saat itu berada di sekitar lokasi kejadian.

Kepala Bagian Operasi Polresta Padang Komisaris Arief Budiman menambahkan, polisi berhasil mengidentifikasi pelaku perampokan itu berkat rekaman close circuit television (CCTV) yang terdapat dalam bilik ATM Bank Nagari.

Kepala Bidang Humas Polda Sumbar Ajun Komisaris Besar Agus B Kawedar mengatakan, para tersangka disergap di kaki Gunung Singgalang. Mereka berusaha kabur setelah tertangkap dalam razia di wilayah Kabupaten Padang Pariaman.

Dalam penyergapan itu, terjadi dua kontak tembak. Kontak pertama terjadi di jalan poros Kabupaten Padang Pariaman menuju Kabupaten Agam saat polisi melakukan razia. Satu tersangka tewas ditembak dan seorang lagi ditangkap.

Kontak senjata kedua terjadi di kawasan perladangan di kaki Gunung Singgalang yang terletak di Jorong Ladang Nangguak Batu, Nagari Pakan Sinayan, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam. Dua orang tewas ditembak. Empat tersangka ditangkap dalam aksi penyergapan yang dipimpin Kapolda Sumbar Brigjen (Pol) Andayono itu. Lebih dari dua orang masih buron.

Kemarin, ratusan warga di sekitar lokasi penyergapan kedua di kawasan dataran tinggi itu memenuhi jalan di sekitar lokasi kejadian, yang berjarak sekitar 7 kilometer dari Bukittinggi itu. Sebagian warga mengatakan, kontak senjata mulai terjadi sekitar pukul 13.00.

Dalam penyergapan itu, polisi menemukan dua pucuk senjata genggam merek Beretta yang digunakan komplotan perampok saat melakukan perlawanan. Sejumlah polisi bersenjata laras panjang tampak terus berjaga-jaga di pinggir jalan. Hingga berita ini disusun belum ada keterangan resmi soal identitas para pelaku tersebut.

Dalam aksinya, para pelaku menggunakan kendaraan roda empat. Semalam dua barang bukti ditahan polisi berupa kendaraan minibus Suzuki APV dan Toyota Avanza yang merupakan kendaraan sewaan.

Nyaris bersamaan dengan kontak senjata di Kabupaten Agam, polisi juga melakukan penggerebekan di Korong Pasar Mudik, Nagari Lubuk Alung, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman. Polisi mencari salah seorang tersangka yang diidentifikasi warga setempat sebagai Wempy atau Khairil. Joni (35), salah seorang warga, mengatakan, penggerebekan dilakukan sekitar pukul 13.30 dengan tembakan peringatan ke udara yang diletuskan sebanyak dua kali oleh anggota polisi.

”Tapi polisi tidak berhasil menangkap siapa-siapa di sini, pintu rumah Wempy terkunci dan tidak ada orang,” kata Joni. Wempy diketahui mengontrak salah satu rumah petak di daerah itu dan telah tinggal bersama istri dan seorang anaknya sekitar setahun terakhir.

Ia menambahkan, sepanjang pengetahuannya, Wempy yang dikenal warga sekitar relatif jarang terlihat di rumahnya itu mengaku bekerja di bidang jasa transportasi. ”Kadang juga suka cerita sedang mengerjakan proyek, tetapi tidak jelas proyeknya apa,” kata Budi, warga yang lain. (INK/FER) kompas.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s