Sepakat Kerja Sama asal Berhenti Mencuri

Indonesia dan Vietnam sepakat bekerja sama di sektor perikanan. Namun, Indonesia mensyaratkan agar Vietnam berkomitmen mengatasi aksi pencurian ikan di perairan Indonesia.

Demikian terungkap dalam pertemuan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad dengan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Sosialis Vietnam untuk Indonesia Nguyen Huu Dzung di Jakarta, akhir pekan lalu.

Indonesia meminta Vietnam menghentikan kapal nelayan mereka yang masuk secara ilegal ke perairan Indonesia. Hingga Juni 2010, ada 120 kapal ikan ilegal yang ditangkap karena mencuri ikan di Indonesia. Kapal-kapal berbobot mati di atas 70 ton itu berasal dari Vietnam, Thailand, Filipina, China, dan Malaysia.

Pencurian ikan terjadi antara lain karena belum tuntasnya persoalan perbatasan perairan antara Indonesia dan Vietnam. ”Penyelesaian batas wilayah dan pencurian ikan sangat diharapkan agar kerja sama Indonesia-Vietnam di perikanan tangkap bisa dilanjutkan,” ujar Fadel.

Tahun 2003, Indonesia-Vietnam menandatangani kesepakatan perikanan. Namun, masa berlaku kesepakatan itu telah berakhir. Rancangan kerja sama lanjutan yang disusun sejak tahun 2009 belum disetujui Kementerian Luar Negeri karena belum tuntasnya masalah perbatasan.

Ikan patin

Di sisi lain, Indonesia menawarkan kerja sama di bidang produksi dan pemasaran hasil perikanan, khususnya ikan patin. ”Pasar mereka hebat di luar negeri, terutama untuk patin dan lele,” kata Fadel.

Menurut Direktur Perbenihan Kementerian Kelautan dan Perikanan Ketut Sugama, Vietnam berminat bekerja sama dalam investasi budidaya laut, yakni ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus). ”Vietnam ingin membeli benih kerapu macan asal Indonesia untuk dikembangkan di negara mereka dengan modifikasi teknologi,” ujarnya.

Namun, Indonesia belum menyatakan kesediaan kerja sama itu. Alasannya, Indonesia masih dalam tahap pengembangan teknologi pembenihan kerapu dan produksi benih belum mencukupi kebutuhan. Tahun 2008, produksi kerapu baru 8.800 ton.

Permintaan kerapu di Asia relatif tinggi. Banyak pembudidaya kerapu asal Thailand, Malaysia, Hongkong, dan China membeli benih dari Indonesia untuk dikembangbiakkan. Namun, upaya pemijahan kerap gagal. (LKT)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s