Pengganti Stadion Lebak Bulus Lebih Luas

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo berjanji akan mencari lahan pengganti yang lebih luas untuk Stadion Lebak Bulus yang akan digusur tahun ini demi kepentingan pembangunan stasiun mass rapid transit (MRT).

Lahan yang ada di kawasan TB Simatupang dipastikan akan menjadi pilihan utama untuk menggantikan stadion yang digusur. Saat ini, Pemerintah DKI Jakarta masih mencari lokasi yang paling tepat. Namun Fauzi Bowo menolak memberitahu lokasi itu.

“Saya sudah bilang sejak awal perencanaan MRT, Lebak Bulus akan dipindah. Kenapa jadi kaget belakangan. Kita akan cari lokasinya, pokoknya lebih baik dan lebih luas,” ujar Fauzi Bowo di Balaikota DKI Jakarta, Jumat 11 Februari 2011.

Alasan Fauzi Bowo untuk tidak menyebut lokasi penganti bagi Stadion Lebak Bulus, untuk menghindari adanya pihak yang ingin mengambil keuntungan dari penjualan tanah di kawasan tersebut. “Nanti banyak yang nyatut lagi,” katanya.

Kebutuhan perluasan lahan untuk mega proyek MRT senilai Rp16 triliun ini memang diakui Fauzi Bowo sangat mendesak. Sebab, mulai awal 2012 pembangunan MRT ditargetkan segera dimulai. “Yang jelas akan segera memilih alternatif dan melakukan pembebasan tanah,” tegasnya.

Penggusuran Stadion Lebak Bulus dilakukan karena ada perluasan bagi stasiun utama MRT dari perencanaan semula seluas 7.000 meter menjadi 1 hektar. Perluasan itu mengakibatkan tak hanya Terminal Lebak Bulus saja yang terkena imbas pembebasan lahan, Stadion Lebak Bulus juga akan menjadi target penggusuran.

Menurut Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Ery Basworo, pembebasan lahan untuk MRT ditargetkan selesai pada 2011, dengan dana yang telah dialokasikan dalam APBD 2011 senilai Rp300 miliar.

Mass Rapid Transit (MRT) yang berbasis rel rencananya akan membentang sekitar 110,3 kilometer, yang terdiri dari Koridor Selatan – Utara (Koridor Lebak Bulus – Kampung Bandan) sepanjang 23,3 kilometer dan Koridor Timur – Barat sepanjang 87 kilometer.

Pembangunan Koridor Selatan-Utara dari Lebak Bulus – Kampung Bandan dilakukan dalam 2 tahap. Tahap I akan dibangun terlebih dahulu menghubungkan Lebak Bulus sampai dengan Bundaran HI sepanjang 15,2 kilometer dengan 13 stasiun (7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah) dan ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2016.

Tahap II akan melanjutkan jalur Selatan-Utara dari Bundaran HI ke Kampung Bandan sepanjang 8,1 kilometer yang akan dibangun sebelum tahap I beroperasi dan ditargetkan beroperasi 2018, dipercepat dari target awal 2020. Untuk tahap ini studi kelayakannya sudah selesai.

Sementara itu, Koridor Barat-Timur saat ini sedang dalam tahap pre-feasibility study. Koridor ini ditargetkan paling lambat beroperasi pada 2024- 2027. (adi)• VIVAnews

One comment

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s