Ka’bah dari Masa ke Masa

Awalnya, Mekkah hanyalah sebuah hamparan kosong. Sejauh mata memandang pasir bergumul di tengah terik menyengat. Aliran zamzamlah yang pertama kali mengubah wilayah gersang itu menjadi sebuah komunitas kecil tempat dimulainya peradaban baru dunia Islam. Bangunan persegi bernama Ka’bah didaulat menjadi pusat dari kota itu sekaligus pusat ibadah seluruh umat Islam. Mengunjunginya adalah salah satu dariLanjutkan membaca “Ka’bah dari Masa ke Masa”

Insiden Cikeusik Pelanggaran Hukum Berat

Advokat senior, Adnan Buyung Nasution, menilai penyerangan terhadap pengikut Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten, pada Minggu (6/2/2011), merupakan suatu pelanggaran hukum berat. Oleh karena itu, pelakunya segera diproses secara hukum. Demikian juga pejabat kepolisian yang dianggap membiarkan pelanggaran hukum itu terjadi. “Yang membakar rumah, pemukulan, pembunuhan, pengeroyokan, itu semua pelanggaran hukum berat,” ujar Buyung dalamLanjutkan membaca “Insiden Cikeusik Pelanggaran Hukum Berat”

Tempat bersejarah umat Islam(tiga)

Sumur Zamzam Ibnu Abbas meriwayatkan, Rasulullah bersabda, “Air yang terbaik yang ada di muka bumi adalah air Zamzam. Di dalamnya terdapat makanan yang menguatkandan  dan obat bagi penyakit, “(HR. ath-Thabarani, Mu’jam al-Kabir). Abu Dzar juga meriwayatkan, Rasulullah bersabda, “Air Zamzam adalah makanan yang mengenyangkan dan obat bagi penyakit,”(HR, al Bazzar). Jabir meriwayatkan,dia mendengar Rasulullah bersabda,Lanjutkan membaca “Tempat bersejarah umat Islam(tiga)”

Tempat bersejarah umat Islam(dua)

Letak Maqam Ibrahim pada masa beliau sama seperti posisinya saat ini. Demikian pula posisinya pada masa Rasulullah, Abu Bakar, dan saat terjadinya banjir hingga hanyut ke dataran rendah pada periode Umar. Umar lalu mengembalikannya ke tempat semula. Dalil yang membuktikan pendapat ini adalah apa yang disebutkan al-Hafiz Ibnu Hajar, “Tempat maqam Ibrahim pada saat iniLanjutkan membaca “Tempat bersejarah umat Islam(dua)”

Tempat bersejarah umat Islam(satu)

Ibnu Katsir menyebutkan tafsir firman Allah, “Di  sana terdapat tanda-tanda yang jelas.”(QS 3:97), yakni bukti-bukti bahwa Nabi Ibrahim yang membangun Ka’bah, dan Allah telah menyediakan tempat itu. Kemudian firman Allah Maqam Ibrahim, bermakna pada saat bangunan makin tinggi, Nabi Ibrahim menggunakan tempat itu sebagai pijakan guna mengangkat bebatuan fondasi dan dinding Ka’bah. Sementara itu, anaknyaLanjutkan membaca “Tempat bersejarah umat Islam(satu)”