NASA

Pekan Depan Satelit 6,5 Ton Bisa Hantam Bumi


Para pakar sampah luar angkasa NASA telah mengoreksi perhitungan mereka terhadap antisipasi jatuhnya sebuah satelit raksasa. Kini, badan luar angkasa AS itu memperkirakan, satelit pemantau cuaca berbobot 6,5 ton itu akan jatuh menghantam Bumi Jumat depan, 23 September 2011–sehari lebih cepat dibanding perkiraan sebelumnya. (lebih…)

Astronom Temukan Lubang di Matahari

Sebuah satelit ruang angkasa telah mendeteksi dua lubang berukuran besar di Matahari. Lubang ini diyakini menjadi jalan bagi material dan gas milik bintang itu untuk keluar ke alam bebas.

Lubang yang disebut sebagai ‘coronal hole’ tersebut merupakan celah di antara medan magnet Matahari. Celah itu melubangi lapisan atmosfir luar yang super panas – disebut juga dengan corona – sehingga memungkinkan gas panas dari inti Matahari terlepas ke luar.

Lubang itu terdeteksi oleh satelit Hinode yang khusus memantau aktivitas Matahari. Adapun kedua lubang tersebut terdeteksi dari foto-foto yang diambil pada 1 Februari lalu. (lebih…)

VIDEO: Ini Cara Membuat Crop Circle

Fenomena crop circle atau pola sirkuler di lahan pertanian muncul di area persawahan di Sleman, Yogyakarta. Diklaim sebagai yang pertama di Indonesia, kemunculannya langsung menghebohkan. Bahkan, dikaitkan dengan unifentified flying object (UFO).

Namun, fakta membuktikan, sekitar 80 persen  formasi crop circle secara ilmiah terbukti adalah buatan manusia  atau hanya kabar bohong (hoax). Hanya 20 persennya yang belum  diketahui penyebab pastinya — apakah kerjaan alien, konspirasi  pemerintah, atau karena faktor cuaca.

Badan Antariksa AS, NASA bahkan menolak ide mentah-mentah crop circle dikaitkan dengan UFO. “Crop circle dibuat oleh manusia sebagai lelucon,” jawab ilmuwan  senior NASA, David Morrison seperti dimuat laman  astrobiology.nasa.gov. (lebih…)

Foto Terbaru Anak Krakatau Bidikan NASA

Pasca Merapi meletus dan sebelum Gunung Bromo dinyatakan ‘awas’, beberapa gunung berstatus ‘waspada’  dipantau secara serius termasuk Anak Krakatau.

Tak hanya dipantau ahli gunung Indonesia, Anak Krakatau adalah  satu dari 100 gunung berapi yang terus dipantau NASA melalui satelit Earth Observing-1 atau EO-1.

Ada dua alasan yang membuat NASA terus mengamati Anak Krakatau. Selain karena terus-menerus bererupsi, ini juga dilatarbelakangi faktor historis. (lebih…)

NASA Kembangkan Pesawat Hipersonik

NASA berencana menganggarkan US$5 juta atau sekitar Rp44 miliar per tahun dalam jangka tiga tahun ke depan untuk mengembangkan kendaraan hipersonik yang bisa terbang hingga 5 kali kecepatan suara.

Jika pesawat tersebut digunakan di penerbangan komersial, maka ia tak lagi perlu 21 jam untuk menempuh perjalanan antara New York dan Sydney. Cukup 2 jam saja. Selain itu kabarnya, teknologi tersebut nantinya akan bisa diimplementasikan pada pesawat komersil. (lebih…)